Ketua DPRD Melawi Minta Harga Pertalite Eceran Tak Lebih dari Rp15 Ribu Perliter.
On September 04, 2026
Cybernews.id - Melawi - Kalbar.
Ketua DPRD Kabupaten Melawi, Hendegi Januardi Usfa Yursa, S.I.P., mengimbau seluruh pihak terkait untuk mengambil langkah serius dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Melawi.
Imbauan tersebut disampaikan menyusul kenaikan harga BBM di tingkat pengecer yang disebut dipengaruhi faktor cuaca, sehingga distribusi BBM menuju Kabupaten Melawi mengalami kendala.
Hendegi mengatakan, DPRD Melawi bersama Pemerintah Kabupaten Melawi telah mengambil kebijakan untuk menjaga stabilitas harga, sekaligus memperkuat pengawasan terhadap distribusi BBM agar kondisi tersebut tidak menimbulkan keresahan maupun gejolak di tengah masyarakat.
"Kami meminta seluruh pihak bersama-sama menjaga stabilitas harga dan ketersediaan BBM. Jangan sampai kondisi ini dimanfaatkan untuk menaikkan harga secara tidak wajar," ujar Hendegi, Sabtu (5/9/2026).
Ia juga meminta pihak SPBU di wilayah Kabupaten Melawi mengurangi antrean dari pihak-pihak yang mengambil BBM bersubsidi dalam jumlah tertentu. Menurutnya, pelayanan kepada masyarakat umum harus menjadi prioritas utama.
"Kami minta SPBU mengutamakan kepentingan pelayanan umum. Jangan sampai masyarakat yang membutuhkan BBM untuk aktivitas sehari-hari justru kesulitan mendapatkan pelayanan," tegasnya.
Selain itu, Hendegi mengimbau para pedagang BBM eceran di Kabupaten Melawi agar menjual Pertalite dengan harga maksimal Rp15 ribu per liter.
Ia meminta aparat penegak hukum (APH) bersama instansi terkait melakukan pengawasan dan pengendalian terhadap distribusi BBM. Jika masih ditemukan pedagang yang menjual Pertalite jauh di atas batas harga yang dinilai wajar, Hendegi meminta dilakukan penertiban sesuai ketentuan yang berlaku.
"Pengawasan harus dilakukan agar tidak terjadi permainan harga. Apabila masih ada pedagang eceran yang menjual Pertalite dengan harga lebih tinggi dari batas kewajaran, tentu perlu dilakukan penertiban," jelasnya.
Lebih lanjut, Hendegi meminta pihak Pertamina menambah kuota atau pasokan Pertalite bagi SPBU yang berada di Kabupaten Melawi. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengantisipasi meningkatnya kebutuhan masyarakat sekaligus mengurangi antrean dan kelangkaan BBM.
Hendegi juga mengimbau masyarakat agar tidak panik menghadapi kondisi pasokan BBM saat ini.
"Jangan panik. Saat musim kemarau seperti sekarang, distribusi memang menghadapi tantangan. Namun, angkutan BBM dari Pontianak sudah langsung menuju Kabupaten Melawi sehingga diharapkan pasokan dapat kembali normal," pungkasnya(Abd)










