Belum Ada Kesepakatan,Rapat Kerja Komisi III DPRD Melawi Bersama Menajemen PT.PAL Lanjut 1 Oktober 2026.

By On September 14, 2026


Cybernews.id - Melawi - Kalbar

Rapat kerja Komisi III DPRD Kabupaten Melawi dengan Menajemen PT.Palma Adinusa Lestari dan Pengurus Koprasi Usaha Bersama Palma,pembahasan Sengketa pembagian hasil lahan plasma Koprasi Usaha Bersama Palma yang berada di PT.Palma Adinusa Lestari (PAL) di wilayah Kecamatan Sayan Kabupaten Melawi, Senin 14/9/2026 di Kantor DPRD Melawi.


Rapat di pimpin lansung oleh Ketua DPRD Melawi Hendegi Januardi Usfa Yursa S.I.P., didampingi Ketua Komisi III DPRD Melawi Oktafianus, SE., Sekretaris Komisi III DPRD Melawi Antonius Anen,S.T.,Kepala Dinas Lingkungan Hidup Melawi Yusuf Afandi, S.P.,MM, Kepala Disperindagkop Melawi Halma Trisno S.STP, Camat Sayan Angga Pereira, S.STP.,M.A.P., Camat Tanah Pinoh Budiman, Menajemen PT. Palma Adinusa Lestari, Desta Heri Kurniadi, Ketua Koprasi Usaha Bersama Palma M.Riduwan Saidi, hadir kepala Desa yang ada terkait Plasma di kecamatan Sayan, beserta hadir puluhan anggota koprasi.


Ketua Komisi III DPRD Melawi  Oktafianus, SE.,meminta agar dasar dan mekanisme penghitungan dari SHK antara PT.Palma Adinusa lestari dan Koprasi Usaha bersama Palma dijelaskan secara terbuka dan transparan.


Oktafianus minta perhitungan SHK agar disampaikan secara rinci, meliputi produksi tandan buah segar TBS, harga TBS, serta biaya yang diperhitungkan, kewajiban dan potongan, serta hasil bersih yang menjadi dasar gak pembagian kepada Petani.


Berdasarkan aspirasi petani, nilai SHK yang diterima saat ini sebesar Rp 48,700,/Ha/Bulan. Petani mengusulkan SHK Rp 500.000,/Ha/Bulan. Aspirasi tersebut tercantum dalam surat perwakilan petani plasma tgl 21 Agustus 2026.Komisi III berharap usulan peningkatan SHK tersebut dapat menghasilkan kesepakatan yang dapat diterima oleh seluruh pihak." Jelasnya.


Pihak Menajemen PT.Palma Adinusa Lestari (PAL) Desta Heri Kurniadi,menjelaskan Tahun 2021, pembayaran susa hasil kemitraan (SHK) dilakukan dengan menggunakan dana talangan.sejak Tahun 2O21 sampai tahun 2026 pembayaran SHK telah bersumber dari hasil produksi panen kebun sawit kemitraan."jelasnya.


Dalam produksi tandan buah segar (TBS)mengalami kenaikan dan penurunan yang dipengaruhi oleh kondisi dan tingkat produksi buah.penghitungan hasil kemitraan dilakukan berdasarkan nilai TBS setelah dikurangi PPN,PPH, upah panen, biaya transportasi, dan menajemen. Pembagian Hasil kemitraan dilakukan dengan komposisi 70% persen untuk perusahaan dan 30%persen untuk Koprasi. Dalam rapat tersebut Desta dari pihak perusahaan menyampaikan usulan skema pembayaran SHK Rp 200.000 per hektar perbulan."pintanya.


Berdasarkan hasil pembahasan sementara Ketua DPRD Melawi Hendegi Januardi Usfa Yursa S.I.P., menyampaikan,Manajemen PT. Palma Adinusa Lestari (PT. PAL) mengusulkan nilai Sisa Hasil kebun Kemitraan (SHK) senilai Rp250.000,00/Ha/Bulan, dengan jangka waktu 5 Tahun dievaluasi. 


Dari Perwakilan petani Kemitraan Koperasi Usaha Bersama Palma Mengajukan nilai sisa hasil kebun kemitraan dengan besaran SHK senilai Rp350.000,00/Ha/Bulan, dengan jangka waktu 3 Tahun dievaluasi. 


Ketua DPRD Berpesan Sehubungan masih terdapat perbedaan usulan besaran sisa hasil kebun (SHK) kemitraan antara pihak perusahaan dan petani plasma, maka akan dilaksanakan pertemuan lanjutan pada tanggal 1 Oktober 2026 untuk membahas dan mencari titik temu atas perbedaan tersebut.Ketua DPRD dan Komisi III DPRD Kabupaten Melawi mengharapkan agar petani plasma tidak melakukan Tindakan-tindakan yang dapat mengganggu proses kesepakatan 

sampai pada jangka waktu tanggal 1 oktober 2026. 


Ketua DPRD dan Komisi III DPRD Melawi mengajukan permintaan sesuai aspirasi dari Petani Plasma Koperasi Usaha Bersama Palma Sisa hasil kebun kemitraan sebesar Rp. 350.000/Ha/Bulan."jelasnya.Abd

Sudirman Dilantik Sebagai Camat Nanga Pinoh, Bupati Berharap Jadilah Motor Penggerak Dalam Penanganan Karhutla.

By On September 11, 2026


Cybernews.id - Melawi - Kalbar

Bupati Melawi H.Dadi Sunarya Usfa Yursa S.Pd, resmi mengucapkan sumpah dan janji jabatan, melantik Sudirman sebagai Camat Nanga Pinoh, mengantikan Sandi yang telah memasuki usia pensiun. 


"Sebelumnya Sudirman SE, bertugas di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Melawi kini di Lantik Oleh Bupati Melawi sebagai Camat Nanga Pinoh, pelantikan berlangsung di Pendopo rumah jabatan Bupati Melawi, Jumat 11/9/2026 


Hadir dalam Pengucapan sumpah dan pelantikan administrator di lingkungan pemerintah kabupaten melawi oleh saudara Sudirman, S.E., Wakil Bupati Melawi Malin SH, unsur Pimpinan dan Anggota DPRD Melawi, Sekda Melawi Paulus, Ketua TP-PKK Melawi Ny. Raisya Sarbina Dadi, S.E., M.A.P., serta Pimpinan OPD Melawi dan  Forkopimda, serta undangan lainnya.


Dalam sambutan Bupati Melawi H.Dadi Sunarya Usfa Yursa S.Pd., menyampaikan Atas nama pribadi dan pemerintah daerah kabupaten melawi, dirinya mengucapkan selamat menjalankan amanah pada jabatan baru kepada Sudirman yang baru saja dilantik dan mengucapkan sumpah dan janji jabatan pada hari ini sebagai Camat Nanga Pinoh.


Bupati Melawi H.Dadi Sunarya Usfa Yursa S.Pd., berharap kepada Camat saudara Sudirman  yang baru di Lantik agar dapat menjalankan amanah dengan penuh Integritas, profesionalisme, keteladanan, serta senantiasa mengedepankan kepentingan masyarakat.


Bupati katakan saat ini kita ketahui bersama kita sedang menghadapi tantangan dan ujian mulai dari kemarau yang berkepanjangan, kebakaran hutan dan lahan yang menyebabkan kabut asap sehingga akan berdampak pada kesehatan dan aktivitas kita sehari hari.


Bupati berharap kepada seluruh jajaran untuk dapat menjadi Motor penggerak dalam menghadapi tantangan dan ujian yang sedang kita hadapi saat ini.


Bupati minta para Camat agar benar benar menjadi penggerak utama di wilayah masing masing, bangun koordinasi dengan kepala Desa, TNI, Polri,pemadam kebakaran, BPBD, Dunia Usaha, Kelompok Masyarakat, serta seluruh pemangku kepentingan lainya."pintanya.Abd.

Adat Masyarakat Dayak Dusun Sulup Permai Membakar Ladang, Tanda Bercocok Tanam Telah Tiba.

By On September 11, 2026


Cybernews.id - Melawi - Kalbar

Memasuki musim kemarau, Masyarakat Dusun Sulup, Desa Ulak Muid Kecamatan Tanah Pinoh Barat, Kabupaten Melawi, mulai melakukan kegiatan pembakaran lahan sebagai dari tradisi (Perladangan Tradisional) yang telah dilakukan turun menurun.


Kegiatan tersebut dilakukan karena kondisi lahan yang telah dibuka sebelumnya, kini sudah mengering secara optimal, menandakan waktu yang tepat untuk pembakaran lahan ladang.pembajaran ladang dilakukan dengan tetap memperhatikan arah angin, kelembapan udara, serta menjaga batas lahan agar tidak meluas ke area hutan atau ladang milik orang lain.


Salah satu warga Dusun Sulup, Desa Ulak Muid Kecamatan Tanah Pinoh Barat, Alek Sanderia sebagai Tokoh Masyarakat sekaligus Sekretaris Umum DAD Kecamatan Tanah Pinoh Barat menyampaikan Tradisi membakar lahan ini bukan sekedar rutinitas, tetapi merupakan bagian dari hidup masyarakat Dayak di beberapa komunitas adat lainnya di pedalaman Kalimantan khususnya didaerah Dusun Sulup."jelasnya.


"Setelah lahan di bakar dan abu menyatu dengan tanah, lahan akan digunakan untuk menanam pangan seperti padi, jagung,dan sayuran.


Lebih lanjut Alek Sanderia menyampaikan miskipun kegiatan ini merupakan bagian dari budaya, masyarakat tetap berhati hati dan bertanggung jawab agar tidak menimbulkan kebakaran hutan yang meluas.


Alek Sanderia bersama Masyarakat, Dusun Sulup Permai,Desa Ulak Muid Kecamatan Tanah Pinoh Barat, membakar ladang dengan penjagaan ketat menggunakan peralatan manual, hal ini bentuk kehati hatian dan kewaspadaan dalam menjaga lahan orang lain maupun hak milik pribadi, bentuk kekompakan dan kebersamaan inilah turun temurun sampai saat ini yang masyarakat petani lakukan, setelah membakar ladang bukan Lansung di tinggal pulang begitu saja namun terkadang sampai malam pulang untuk memastikan api benar benar padam, serta Alek Sanderia menghimbau dan mengajak agar selalu berhati hati dan waspada terhadap kebakaran." Jelasnya.Abd.

AWASI DISTRIBUSI BBM, KAPOLRES SINTANG TEMUKAN “TANGKI SILUMAN” DI DALAM MOBIL*

By On September 08, 2026


Cybernews.id- Sintang - Kalbar. 

Pengawasan terhadap distribusi BBM bersubsidi di Kabupaten Sintang kembali diperketat. Dalam pengecekan langsung ke sejumlah SPBU oleh Kapolres Sintang dan jajarannya, Selasa (8/9) Pagi.


Dalam pengawasan ini petugas menemukan sebuah tangki modifikasi berukuran cukup besar yang diduga digunakan untuk menampung BBM bersubsidi.


Temuan tersebut bermula ketika Kapolres Sintang bersama tim melakukan pemantauan langsung terhadap aktivitas pengisian BBM di salah satu SPBU. Di tengah proses pengawasan, petugas melihat sebuah mobil yang dinilai memiliki gelagat mencurigakan.


Kecurigaan tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan pemeriksaan terhadap kendaraan. Hasilnya, petugas menemukan sebuah tangki modifikasi atau yang kerap disebut “tangki siluman” berukuran cukup besar di dalam mobil tersebut.


Temuan ini sontak menjadi perhatian dalam kegiatan pengawasan. Kapolres Sintang kemudian melanjutkan pemeriksaan terhadap antrean kendaraan yang berada di SPBU, sembari membawa barang bukti berupa tangki modifikasi serta pengendara kendaraan untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.


Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada pihak yang memanfaatkan celah distribusi BBM bersubsidi untuk kepentingan yang tidak sesuai dengan peruntukannya.


Bukan Sekadar Cek Antrean


Pengawasan yang dilakukan Polres Sintang bukan hanya menyangkut ketersediaan BBM atau panjangnya antrean kendaraan. Kepolisian juga mencermati mekanisme pembelian, termasuk potensi pembelian berulang serta penggunaan sarana yang telah dimodifikasi untuk menampung BBM dalam jumlah tidak semestinya.


Kapolres Sintang menegaskan bahwa BBM bersubsidi merupakan bagian dari kebijakan pemerintah yang diperuntukkan bagi masyarakat yang membutuhkan. Karena itu, distribusinya harus mendapat pengawasan agar tidak disalahgunakan.


“Kami ingin memastikan BBM bersubsidi benar-benar tepat sasaran dan diterima oleh masyarakat yang memang berhak. Setiap indikasi penyalahgunaan akan kami tindaklanjuti sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tegas Kapolres Sintang.


Menurutnya, pengawasan akan terus dilakukan secara langsung maupun melalui koordinasi dengan pihak-pihak terkait. Hal ini penting untuk mencegah praktik-praktik yang dapat merugikan masyarakat sekaligus mengganggu kelancaran distribusi BBM.


Editor : mit. 

Atasi Kendala Sumber Air, Polres Sekadau Siapkan 10 Titik Sumur Bor untuk Penanganan Karhutla

By On September 07, 2026

 


Cybernews.id - Sekadau - Sintang. 

Mengantisipasi kendala sumber air saat penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), jajaran Polres Sekadau menyiapkan 10 titik sumur bor di sejumlah wilayah. Empat titik di antaranya telah selesai dan mengeluarkan air, sementara enam titik lainnya masih dalam proses pembuatan.


Penyediaan sumur bor tersebut menjadi langkah kesiapsiagaan untuk memudahkan penanganan apabila terjadi Karhutla, terutama ketika lokasi kebakaran berada jauh dari sumber air atau sumber air alami sulit dimanfaatkan.


Dari empat titik yang telah selesai, dua berada di wilayah Polsek Sekadau Hilir, masing-masing di Dusun Pangkin, Desa Mungguk, dan Jalan Barage, Desa Sungai Ringin. Sementara dua titik lainnya berada di wilayah Polsek Nanga Mahap, tepatnya di Dusun Engkayak, Desa Nanga Mahap, serta Polsek Belitang Hulu di Dusun Balai Sepuak, Desa Balai Sepuak.


Sumur bor di Dusun Pangkin dan Jalan Barage masing-masing memiliki kedalaman 12 meter. Sumur di Dusun Engkayak memiliki kedalaman 10 meter, sedangkan di Dusun Balai Sepuak mencapai 18 meter.


Keberadaan sumber air tersebut diharapkan dapat menjadi sumber air pendukung yang lebih mudah dijangkau ketika personel melakukan penanganan Karhutla di lapangan. Harapannya dengan sumber air yang tersedia, kebutuhan air untuk pemadaman dapat lebih cepat dipenuhi.


Kapolres Sekadau AKBP Andhika Wiratama melalui Plt Kasi Humas Polres Sekadau IPDA Iwan Kurniawan mengatakan, penyediaan sumur bor dilakukan untuk mengantisipasi salah satu kendala yang kerap dihadapi personel dalam penanganan Karhutla, yakni keterbatasan sumber air.


“Penyediaan sumur bor ini untuk memudahkan penanganan apabila terjadi kebakaran, khususnya dalam memenuhi kebutuhan sumber air. Ketersediaan air menjadi salah satu kendala yang sering dihadapi ketika melakukan pemadaman di lapangan,” ujar IPDA Iwan, Senin (7/9/2026).


Menurutnya, keberadaan sumur bor di sejumlah wilayah akan memberikan alternatif sumber air yang dapat dimanfaatkan ketika terjadi kebakaran.


“Ketika terjadi kebakaran, kecepatan penanganan sangat penting. Dengan adanya sumber air yang lebih dekat, personel dapat lebih mudah melakukan pemadaman sehingga api tidak semakin meluas,” katanya.


Meski tidak termasuk dalam wilayah Operasi Aman Nusa II Kapuas 2026, Polres Sekadau tetap melaksanakan kegiatan imbangan melalui Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) dalam mendukung upaya penanggulangan Karhutla di wilayah Kabupaten Sekadau.


Langkah tersebut sejalan dengan upaya Polda Kalbar dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi Karhutla. Melalui Operasi Aman Nusa II Kapuas 2026, Polda Kalbar bersama jajaran memetakan dan membangun 98 titik sumur bor di wilayah rawan Karhutla. Sebanyak 52 titik telah berhasil mengeluarkan air secara optimal dan siap digunakan, sementara 46 titik lainnya masih dalam proses pengerjaan.


Selain menyiapkan sumber air, Polres Sekadau terus melakukan pemantauan wilayah, patroli serta edukasi kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi Karhutla.


“Sumur bor ini merupakan salah satu bentuk kesiapsiagaan dalam menghadapi Karhutla. Kami juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, segera melaporkan apabila menemukan titik api, serta ikut menjaga lingkungan di wilayah masing-masing,” pungkasnya.


Sumber : Humres Skdau. 

Editor : mit. 

Lindungi Masyarakat dari Dampak Karhutla, Posko Kesehatan Disiapkan di Sebangki

By On September 06, 2026



Cybernews.id - Sebangki - Landak. 

Sebagai langkah cepat dan preventif dalam menghadapi potensi dampak kesehatan akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Posko Kesehatan Penanganan Karhutla Kecamatan Sebangki resmi disiapkan di Puskesmas Sebangki, Desa Sebangki, Kecamatan Sebangki, Kabupaten Landak, Senin (7/9/2026).


Penyediaan posko kesehatan tersebut menjadi bagian dari upaya bersama lintas sektor untuk memastikan masyarakat maupun personel yang terlibat dalam penanganan Karhutla dapat memperoleh pelayanan kesehatan secara cepat, terutama apabila mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap maupun kondisi lain selama proses penanganan di lapangan. 


Kegiatan tersebut dihadiri Kapolsek Sebangki Ipda Rudiyansyah beserta personel, Camat Sebangki Yopita, S.H. bersama staf, serta Kepala Puskesmas Sebangki Manok Triono, S.K.M. beserta jajaran.


Untuk menunjang pelayanan kesehatan, Posko Kesehatan Penanganan Karhutla telah dilengkapi sejumlah peralatan medis dan kebutuhan pendukung, di antaranya tabung oksigen, selang oksigen (nasal kanul), tensimeter, alat pengukur saturasi oksigen (SpO2), termometer, obat-obatan, masker, hand sanitizer, serta tempat tidur pasien.


Kapolres Landak AKBP Devi Ariantari, S.H., S.I.K., melalui Kapolsek Sebangki Ipda Rudiyansyah, mengatakan bahwa keberadaan posko kesehatan merupakan bentuk kesiapsiagaan bersama dalam mengantisipasi dampak Karhutla, khususnya terhadap kondisi kesehatan masyarakat dan personel di lapangan.


“Posko kesehatan ini merupakan langkah kesiapsiagaan untuk memberikan pelayanan dan penanganan awal apabila terdapat masyarakat maupun personel yang mengalami gangguan kesehatan akibat dampak Karhutla. Dengan adanya fasilitas ini, diharapkan penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat,” ujar Ipda Rudiyansyah.


Lanjut Kapolsek menambahkan, penanganan Karhutla tidak hanya berfokus pada upaya pemadaman dan pencegahan meluasnya kebakaran, tetapi juga perlu memperhatikan aspek keselamatan serta kesehatan masyarakat. Karena itu, sinergi antara kepolisian, pemerintah kecamatan dan tenaga kesehatan menjadi hal penting dalam menghadapi situasi Karhutla.


“Kami mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak melakukan pembakaran lahan. Apabila terjadi kebakaran atau kondisi yang berpotensi membahayakan kesehatan, segera laporkan kepada petugas agar dapat ditindaklanjuti,” tambahnya.


Sementara itu, Camat Sebangki Yopita, S.H., menjelaskan bahwa keberadaan Posko Kesehatan Penanganan Karhutla merupakan bentuk kesiapan pemerintah kecamatan bersama seluruh unsur terkait dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat.


Menurutnya, dampak Karhutla tidak hanya menimbulkan kerusakan lingkungan, tetapi juga dapat mengganggu aktivitas masyarakat serta memengaruhi kualitas udara. Oleh sebab itu, kesiapan fasilitas kesehatan menjadi salah satu bagian penting dalam menghadapi potensi bencana tersebut.


“Kami sangat mendukung adanya posko kesehatan ini. Kolaborasi antara pemerintah kecamatan, kepolisian dan Puskesmas sangat diperlukan agar masyarakat mendapatkan pelayanan dengan cepat apabila terjadi gangguan kesehatan akibat Karhutla,” jelas Yopita.


Di tempat yang sama, Kepala Puskesmas Sebangki Manok Triono, S.K.M., menyampaikan bahwa pihaknya siap mendukung upaya penanganan dampak kesehatan yang ditimbulkan oleh Karhutla.


Ia mengatakan, sejumlah peralatan medis dan obat-obatan telah disiapkan sebagai bagian dari kesiapsiagaan pelayanan kesehatan di posko. Petugas juga akan melakukan pemantauan terhadap kondisi kesehatan masyarakat maupun personel yang membutuhkan pemeriksaan.


“Puskesmas Sebangki siap memberikan pelayanan kesehatan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan di lapangan. Kami juga mengimbau masyarakat agar mengurangi aktivitas di luar rumah apabila kondisi udara terdampak asap serta menggunakan masker untuk melindungi saluran pernapasan,” kata Manok Triono.


Dengan tersedianya Posko Kesehatan Penanganan Karhutla di Puskesmas Sebangki, diharapkan respons terhadap gangguan kesehatan akibat Karhutla dapat dilakukan secara lebih cepat, terkoordinasi dan terukur.

Ketua DPRD Melawi Minta Harga Pertalite Eceran Tak Lebih dari Rp15 Ribu Perliter.

By On September 04, 2026


Cybernews.id - Melawi - Kalbar. 

Ketua DPRD Kabupaten Melawi, Hendegi Januardi Usfa Yursa, S.I.P., mengimbau seluruh pihak terkait untuk mengambil langkah serius dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Melawi.


Imbauan tersebut disampaikan menyusul kenaikan harga BBM di tingkat pengecer yang disebut dipengaruhi faktor cuaca, sehingga distribusi BBM menuju Kabupaten Melawi mengalami kendala.


Hendegi mengatakan, DPRD Melawi bersama Pemerintah Kabupaten Melawi telah mengambil kebijakan untuk menjaga stabilitas harga, sekaligus memperkuat pengawasan terhadap distribusi BBM agar kondisi tersebut tidak menimbulkan keresahan maupun gejolak di tengah masyarakat.


"Kami meminta seluruh pihak bersama-sama menjaga stabilitas harga dan ketersediaan BBM. Jangan sampai kondisi ini dimanfaatkan untuk menaikkan harga secara tidak wajar," ujar Hendegi, Sabtu (5/9/2026).


Ia juga meminta pihak SPBU di wilayah Kabupaten Melawi mengurangi antrean dari pihak-pihak yang mengambil BBM bersubsidi dalam jumlah tertentu. Menurutnya, pelayanan kepada masyarakat umum harus menjadi prioritas utama.


"Kami minta SPBU mengutamakan kepentingan pelayanan umum. Jangan sampai masyarakat yang membutuhkan BBM untuk aktivitas sehari-hari justru kesulitan mendapatkan pelayanan," tegasnya.


Selain itu, Hendegi mengimbau para pedagang BBM eceran di Kabupaten Melawi agar menjual Pertalite dengan harga maksimal Rp15 ribu per liter.


Ia meminta aparat penegak hukum (APH) bersama instansi terkait melakukan pengawasan dan pengendalian terhadap distribusi BBM. Jika masih ditemukan pedagang yang menjual Pertalite jauh di atas batas harga yang dinilai wajar, Hendegi meminta dilakukan penertiban sesuai ketentuan yang berlaku.


"Pengawasan harus dilakukan agar tidak terjadi permainan harga. Apabila masih ada pedagang eceran yang menjual Pertalite dengan harga lebih tinggi dari batas kewajaran, tentu perlu dilakukan penertiban," jelasnya.


Lebih lanjut, Hendegi meminta pihak Pertamina menambah kuota atau pasokan Pertalite bagi SPBU yang berada di Kabupaten Melawi. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengantisipasi meningkatnya kebutuhan masyarakat sekaligus mengurangi antrean dan kelangkaan BBM.


Hendegi juga mengimbau masyarakat agar tidak panik menghadapi kondisi pasokan BBM saat ini.


"Jangan panik. Saat musim kemarau seperti sekarang, distribusi memang menghadapi tantangan. Namun, angkutan BBM dari Pontianak sudah langsung menuju Kabupaten Melawi sehingga diharapkan pasokan dapat kembali normal," pungkasnya(Abd)

Bus Damri Jurusan Pontianak Nanga Pinoh Kebakaran di Wilayah Ambawang

By On September 03, 2026


Cybernews.id - Melawi- Kalbar 

Telah beredar berita di media sosial Mobil bus Damri jurusan Pontianak–Pinoh dilaporkan terbakar di kawasan Lintang Batang, arah Mungguk Jering, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Kamis (3/9/2026).


Peristiwa tersebut terjadi saat bus melintas di kawasan tersebut. Kobaran api dan asap terlihat dari bagian belakang bus sehingga menarik perhatian warga dan pengguna jalan yang berada di sekitar lokasi.


Petugas kemudian melakukan penanganan terhadap kendaraan yang terbakar. Hingga berita ini ditulis, belum diketahui secara pasti penyebab kebakaran maupun ada atau tidaknya korban dalam kejadian tersebut.Abd.

Delapan Hari Bertugas, Satgas Edukasi Karhutla Lemdiklat Polri Tinggalkan Sekadau

By On September 03, 2026



Cybernews.id - Sekadau - Kalbar. 

Setelah delapan hari menjalankan misi kemanusiaan di Kabupaten Sekadau, lima peserta didik S2 Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Polri yang tergabung dalam Satgas Edukasi Pencegahan Karhutla Lemdiklat Polri dilepas Kapolres Sekadau AKBP Andhika Wiratama, Kamis (3/9/2026).


Penugasan berlangsung sejak 27 Agustus hingga 3 September 2026. Selama berada di Sekadau, Satgas bergerak ke sejumlah wilayah bersama personel Polres dan Polsek jajaran untuk memberikan edukasi, berdialog dengan masyarakat, serta menyampaikan pesan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).


Kelima peserta didik tersebut yakni AKP Annas Yoga W, IPTU Robbyanli Dewa Putra, IPTU Muhammad Irza, IPTU Rahmad Andhira Fajri dan IPTU Rizqy Nugraha. Kegiatan yang dilakukan tidak hanya berupa sosialisasi, tetapi juga menjadi ruang bagi Satgas untuk mendengar langsung kondisi dan persoalan masyarakat terkait pencegahan Karhutla.


Kapolres Sekadau AKBP Andhika Wiratama menyampaikan apresiasi atas dedikasi Satgas selama menjalankan tugas. Ia berharap edukasi yang diberikan dapat memberikan manfaat dan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan.


"Semoga seluruh kegiatan edukasi yang telah dilaksanakan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kesadaran, kepedulian dan partisipasi masyarakat dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan," ujar AKBP Andhika.


Menurut AKBP Andhika, upaya pencegahan Karhutla harus melihat kondisi nyata di lapangan. Persoalan pembukaan lahan, khususnya yang berkaitan dengan kebiasaan masyarakat, perlu dihadapi melalui edukasi, komunikasi dan pencarian solusi bersama dengan tetap berpedoman pada ketentuan yang berlaku.


Ia juga mengingatkan pentingnya pengawasan dan pencegahan sejak dini, terutama ketika musim kemarau menyebabkan sumber air mulai berkurang dan kondisi lingkungan semakin kering. Kesamaan pemahaman antara pemerintah, TNI-Polri, masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan dinilai menjadi bagian penting dalam menghadapi potensi Karhutla.


"Terima kasih atas kerja sama dan sinergi yang telah terjalin antara Satgas Edukasi Karhutla Lemdiklat Polri dengan Polres Sekadau beserta seluruh jajaran. Semoga kebersamaan ini terus terpelihara dalam menjaga Kabupaten Sekadau tetap aman, lestari dan terhindar dari Karhutla," katanya.


Pelepasan berlangsung di Aula Bhayangkara Patriatama Polres Sekadau dan ditandai dengan penyerahan plakat dari Satgas kepada Kapolres Sekadau. Delapan hari penugasan tersebut menjadi bagian dari misi kemanusiaan para peserta didik STIK Polri untuk hadir langsung di tengah masyarakat sekaligus memperkuat sinergi dalam upaya pencegahan Karhutla di Kabupaten Sekadau.


Humres Skdau. 

Editor : mit. 

Aiptu Oky Datangi Dua Pelajar yang Iseng Lempar Batu dan Matikan Listrik, Persoalan Berakhir Damai*

By On September 02, 2026

 


Cybernews.id - Sekadau - Kalbar. 

Keisengan dua pelajar di Sekadau pada dini hari berujung laporan warga. Keduanya melempar batu ke atap rumah kos dan mematikan stut meteran listrik. Laporan itu kemudian ditindaklanjuti cepat melalui layanan 110 Polres Sekadau.


Laporan diterima pada Rabu (2/9/2026) pukul 09.13 WIB. Lima menit kemudian, Pamapta Regu III Polres Sekadau Aiptu Oky Kristani Priambodo bergerak menuju Jalan Abadi Makmur, Desa Mungguk, Kecamatan Sekadau Hilir. Saat itu, wilayah Sekadau masih diselimuti kabut asap.


"Begitu laporan diterima, kami langsung menuju lokasi untuk memastikan kejadian. Kami temui pelapor dan warga sekitar, kemudian menggali keterangan untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi," ujar Aiptu Oky.


Tiba pukul 09.24 WIB, Aiptu Oky menggali keterangan dari pelapor dan warga sekitar. Dari informasi yang diperoleh, polisi kemudian mendatangi kediaman dua remaja yang diduga terlibat dan lokasinya tidak jauh dari rumah pelapor.


Keduanya mengakui telah melempar batu ke atap rumah serta mematikan stut meteran listrik. Diketahui, keduanya masih berstatus pelajar, masing-masing duduk di bangku SMP dan SMA. Kepada polisi, keduanya mengaku melakukan aksi tersebut karena iseng.


Aiptu Oky kemudian mempertemukan pihak pelapor dengan kedua remaja beserta orang tua masing-masing untuk menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan. Dalam mediasi tersebut, kedua pihak sepakat berdamai. Polisi juga memberikan pembinaan kepada kedua pelajar agar tidak mengulangi perbuatannya.


"Kami juga menyampaikan kepada orang tua agar lebih memperhatikan dan mengawasi pergaulan anak-anaknya. Karena mereka masih pelajar, kami ingatkan juga agar tidak diperbolehkan mengendarai kendaraan bermotor sendiri, terutama jika belum cukup umur. Anak-anak perlu diberikan pengawasan dan nasihat agar tidak terjerumus pada hal-hal yang merugikan diri sendiri maupun orang lain," kata Aiptu Oky.


Kapolres Sekadau AKBP Andhika Wiratama melalui Plt. Kasi Humas Polres Sekadau IPDA Iwan Kurniawan mengatakan, kehadiran polisi di tengah masyarakat tidak selalu berujung pada penindakan, tetapi juga dapat dilakukan melalui dialog, mediasi dan pembinaan, khususnya ketika persoalan melibatkan anak atau remaja.


"Kami mengajak para orang tua untuk terus memberikan perhatian, pengawasan dan nasihat kepada anak-anaknya. Di tengah kondisi kemarau dan kabut asap, mari bersama menjaga keamanan dan kenyamanan lingkungan. Jika membutuhkan bantuan atau kehadiran polisi, masyarakat dapat menghubungi layanan 110 Polres Sekadau," imbau IPDA Iwan.