Pasutri Tersangka Korupsi Bank Jatim Nganjuk, RAJAWALI Jatim Desak Audit Total & Tanggung Jawab Pimpinan

By On Mei 23, 2026



 Cybernews.id - Nganjuk - Jatim 

23 Mei 2026

Kasus dugaan korupsi dan penggelapan dana yang mengguncang Bank Jatim Cabang Nganjuk, di mana seorang pegawai teller beserta suaminya resmi ditetapkan tersangka dan merugikan keuangan negara mencapai Rp2 miliar, mendapat sorotan tajam dan perhatian serius dari Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Rangkulan Jajaran Wartawan dan Lembaga Indonesia (RAJAWALI) Jawa Timur. Organisasi yang berpegang teguh pada semangat "Jajaran wartawan pena jadi senjata, lembaga teguh melindungi bangsa" ini menilai peristiwa ini bukan sekadar kejahatan individu, melainkan cermin buruk lemahnya sistem pengawasan dan pengendalian di lembaga keuangan milik daerah.

 

Berdasarkan informasi yang diperoleh, Kejaksaan Negeri Nganjuk telah menetapkan dua orang tersangka yakni WDP (pegawai/teller Bank Jatim) dan DAW (suami tersangka) pada Kamis (21/5/2026) lalu. Keduanya diduga cerdik memanfaatkan akses dan wewenang jabatan untuk membuat transaksi setoran fiktif—seolah-olah ada uang masuk nasabah, padahal tidak ada dana tunai disetorkan, namun dalam sistem tercatat sah dan uang kas bank dialirkan ke rekening pribadi, termasuk milik suaminya . Modus ini berlangsung sejak Desember 2025, dilakukan lebih dari 10 kali, hingga menimbulkan kerugian negara mencapai hampir Rp2 miliar . Sebagian dana diketahui dipakai beli kendaraan dan keperluan pribadi lainnya .

 

Menanggapi kasus yang memicu kemarahan publik ini, Ketua DPW RAJAWALI Jawa Timur menyampaikan pernyataan resmi melalui juru bicaranya, menegaskan bahwa organisasi akan mengawal kasus ini secara ketat mulai dari penyidikan hingga putusan pengadilan, serta mendesak adanya perbaikan sistem menyeluruh.

 

“Kami di DPW RAJAWALI Jawa Timur sangat menyesalkan dan mengutuk keras perbuatan yang sangat merugikan rakyat dan negara ini. Dua miliar rupiah itu uang rakyat, aset daerah yang harusnya berputar untuk pelayanan dan kemajuan ekonomi masyarakat Jawa Timur, tapi malah dikorupsi oleh oknum yang diberi kepercayaan,” tegas Sujatmiko Ketua DPW RAJAWALI Jawa Timur, Sabtu (23/5/2026).

 

Lebih lanjut, pihak RAJAWALI menyoroti hal yang lebih mendasar: bagaimana mungkin seorang teller bisa bergerak bebas membuat rekayasa transaksi dalam waktu berbulan-bulan, berulang kali, dan nilainya miliaran rupiah tanpa terdeteksi oleh sistem maupun pengawasan atasan? Ini menjadi pertanyaan besar yang wajib dijawab manajemen Bank Jatim dan Pemprov Jatim selaku pemegang saham.

 

“Kasus ini membuktikan ada celah besar, ada kelalaian, atau mungkin ada keterlibatan pihak lain yang belum terungkap. Prinsip kami: 'Pena jadi senjata, lembaga teguh melindungi bangsa'. Maka kami akan gunakan pena dan kekuatan organisasi ini untuk mengawal kebenaran. Jangan sampai kasus ini selesai hanya dengan penahanan pasutri tersebut, tapi masalah akarnya tidak dibenahi,” tambahnya.

 

DPW RAJAWALI Jatim menilai tindakan tersangka jelas melanggar aturan, kode etik, serta ketentuan hukum yang berlaku, khususnya Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 jo UU 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi serta UU Perbankan. Perbuatan tersebut masuk kategori penyalahgunaan wewenang, penggelapan dalam jabatan, dan merugikan keuangan negara, yang ancaman hukumannya sangat berat.

 

“Kami minta Kejaksaan Negeri Nganjuk dan aparat penegak hukum bekerja tuntas. Jangan berhenti di dua tersangka ini saja. Telusuri aliran dana sampai habis, amankan semua aset hasil kejahatan agar dikembalikan ke kas negara, dan bongkar siapa saja yang mungkin terlibat atau lalai dalam tugas pengawasan. Jangan biarkan ada yang dilindungi,” tegasnya.

 

Selain itu, RAJAWALI Jawa Timur juga mendesak Dewan Pengawas dan Direksi Bank Jatim segera melakukan audit internal menyeluruh di seluruh cabang, mengevaluasi ulang sistem pengendalian, dan menindak tegas setiap pimpinan atau petugas yang terbukti lalai atau tidak menjalankan prosedur. Tanggung jawab tidak hanya ada di tangan pelaku langsung, tapi juga pihak yang seharusnya mengawasi.

 

“Kami juga mengingatkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur selaku pemilik saham, agar tidak diam saja. Berikan sanksi tegas, lakukan perbaikan, dan pastikan kasus serupa tidak terulang lagi di masa depan. Kepercayaan publik pada bank milik daerah ini sedang diuji, jangan sampai rusak karena kelalaian berulang,” tambah pernyataan DPW RAJAWALI Jatim.

 

Di akhir pernyataannya, organisasi ini kembali menegaskan komitmennya. Sebagai bagian dari RAJAWALI, mereka hadir bukan hanya melaporkan, tapi mengawal perjuangan keadilan. Semangat “lembaga teguh melindungi bangsa” menjadi pegangan utama, bahwa perlindungan terhadap aset negara dan hak rakyat adalah tugas suci yang harus diperjuangkan bersama.

 

“Kami akan terus memantau perkembangan kasus ini. Kami siap turun ke lapangan, memantau persidangan, dan jika ada indikasi dihambat atau dimainkan, kami akan bergerak lebih keras lagi. Uang rakyat harus kembali, pelaku harus dihukum seberat-beratnya, dan sistem harus diperbaiki. Itu janji kami,” pungkas pernyataan resmi DPW RAJAWALI Jawa Timur.


Publisher : TIM/RED

Penulis : TIM RAJAWALI


Dapur Cahaya Bunda (SPPG) Yayasan Sosial Bhumyamca TNI AL Resmi di Buka 23/5/2026.

By On Mei 23, 2026



Cybernews.id - Melawi - Kalbar

Tasyakuran dan Peresmian Dapur Cahaya Bunda, mitra yayasan Sosial Bhumyamca TNI-AL, Makan Bergizi Gratis (MBG) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Saptu 23/5/2026, bertepatan  di Aula Sukiman Center di 

jalan Juang KM 2 No 10 Desa Paal Kecamatan Nanga Pinoh Kabupaten Melawi Provisi Kalimantan Barat.


Dalam sambutan H.Sukimqn S.Pd, M.M, selaku pemilik Yayasan Sosial Bhumyamca TNI-AL, Menyampaikan 

dalam pembukaan Dapur Cahaya Bunda, dihadiri Oleh pihak Dinas Kesehatan, Pukesmas, Perwakilan Polsek Pinoh Kota, Danramil Pinoh, Kepala Desa Paal, para Kepala Sekolah dari Guru TK, SD, SMP dan SMA, Kepala SPPG Yayasan Sosial Bhumyamca TNI-AL serta anggota  Kariawan Dapur SPPG, yang merupakan langkah awal dalam pengembangan kegiatan sosial masyarakat melalui kegiatan program ini, untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Pemerintah pusat." Jelasnya.


H.Sukiman, berpesan kepada pihak pengelola Dapur Cahaya Bunda Mitra yayasan Sosial Bhumyamca TNI-AL, janga lah Kebersihan dan mutu makanan, guna untuk meningkatkan kesehatan dan Gizi Anak-anak kita semua."pintanya. 


Sementara Ketua Yayasan (SPPG) Dapur Cahaya Bunda Mintra Bhumyamca TNI-AL, menyampaikan kedepannya selaku pengelola SPPG sangan menerima saran dan masukan demi kemajuan dan kesuksesan SPPG  di Kecamatan Nanga Pinoh ini." Pintanya.(Abd)

Jembatan Roboh Hambat Ekonomi Warga, MAUNG Kubu Raya Minta Penanganan Darurat

By On Mei 22, 2026

 


Cybernews.id - Kubu Raya. 

23 Mei 2026

Kondisi jembatan penghubung utama antara Desa Kubu dan Desa Teluk Nangka, Kecamatan Kubu, yang ambruk dan tidak bisa dilintasi lagi sejak Rabu (20/5/2026), mendapat sorotan keras dari Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Monitor Aparatur Untuk Negara (MAUNG) Kabupaten Kubu Raya. Organisasi yang dikenal kritis dan mengawal kepentingan rakyat ini menilai kejadian tersebut sangat merugikan masyarakat dan menjadi bukti lemahnya pemeliharaan serta perencanaan pembangunan infrastruktur di wilayah tersebut.

 

Pernyataan resmi dan sikap organisasi disampaikan langsung oleh Bendahara DPC MAUNG Kubu Raya, Bapak Yanto, atas nama Ketua DPC Kabupaten. Ia menyampaikan keprihatinan mendalam sekaligus mendesak pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi untuk tidak hanya memberikan janji, tetapi segera turun tangan dan bertindak nyata demi mengembalikan akses vital warga yang kini terputus total.

 

“Kami di DPC MAUNG Kubu Raya sangat memperhatikan kejadian ini. Jembatan ini bukan sekadar bangunan biasa, melainkan urat nadi transportasi dan perekonomian bagi puluhan ribu warga dari Desa Kubu, Teluk Nangka, Jangkang, Kampung Baru, hingga wilayah sekitarnya. Sekarang jembatan roboh, akses lumpuh, warga kesulitan berpergian, hasil bumi susah dipasarkan, dan aktivitas harian terganggu parah,” ungkap Yanto saat dimintai keterangan, Sabtu (23/5/2026).

 

Berdasarkan informasi di lapangan, jembatan tersebut ambruk sekitar pukul 05.00 WIB pagi hari akibat terhantam tumpukan sampah, kayu, dan tumbuhan liar yang terbawa arus sungai yang sedang tinggi dan deras. Struktur bangunan yang sudah berusia puluhan tahun dan kondisinya memang sudah diketahui mulai rapuh, akhirnya tidak kuat menahan tekanan tersebut hingga bagian tengah amblas dan kini tidak layak sama sekali dilewati kendaraan maupun pejalan kaki.

 

Pihak pemerintah kabupaten dan provinsi menyebutkan bahwa rencana pembangunan ulang sudah ada, namun dijadwalkan baru bisa dilaksanakan pada tahun 2027 mendatang dengan nilai anggaran mencapai Rp25 miliar. Informasi ini justru memicu kekecewaan dan kritik tajam dari DPC MAUNG Kubu Raya.

 

“Kami dengar rencananya baru dibangun tahun depan? Itu terlalu lama! Bagaimana nasib warga yang harus bertahan berbulan-bulan bahkan hampir satu tahun lebih dengan kesulitan ini? Ada jalur alternatif, tapi jauh dan sempit, tidak memadai untuk kebutuhan besar masyarakat. Ini yang kami kritik: kenapa perencanaan dan pemeliharaan tidak dilakukan jauh-jauh hari? Padahal kondisi jembatan ini sudah lama diketahui memprihatinkan,” tegas Yanto.

 

Menurutnya, sebagai organisasi pengawas, DPC MAUNG Kubu Raya menilai ada kelalaian dalam pemeliharaan berkala serta keterlambatan dalam menindaklanjuti rencana pembangunan yang sudah diketahui kebutuhannya sangat mendesak. Jembatan ini juga merupakan akses menuju situs sejarah dan tempat ziarah Makam Raja Kubu, sehingga nilai pentingnya sangat luas, bukan hanya untuk ekonomi saja.

 

“Kami mewakili aspirasi masyarakat, meminta dua hal utama. Pertama, pemerintah segera melakukan penanganan darurat atau perbaikan sementara yang aman dan layak pakai, agar akses warga kembali terbuka meski terbatas. Kedua, percepat proses administrasi dan anggaran pembangunan permanennya, jangan menunggu tahun depan. Uang rakyat digunakan, maka kenyamanan dan keselamatan rakyat harus jadi prioritas utama,” tambahnya.

 

Yanto kembali menegaskan sikap resmi DPC MAUNG Kubu Raya: organisasi ini akan terus mengawal masalah ini sampai tuntas. Pihaknya siap memantau setiap langkah yang diambil pemerintah, memastikan tidak ada lagi penundaan yang merugikan, serta memastikan pembangunan jembatan baru nanti benar-benar kokoh, berkualitas, dan menjamin keselamatan jangka panjang.

 

“Prinsip kami di MAUNG adalah mengawal hak rakyat. Jembatan ini hak masyarakat Kubu Raya. Kami tidak akan diamkan saja jika masalah ini dibiarkan berlarut-larut. Kami siap turun ke lapangan, berkoordinasi dengan dinas terkait, dan jika perlu, menggelar aksi atau laporan jika janji-janji tidak ditepati. Pemerintah harus hadir dan bertindak sekarang juga,” pungkas Yanto menutup pernyataan atas nama seluruh jajaran DPC MAUNG Kubu Raya.



Penulis : TIM MAUNG

Editor : mit. 


Respon Cepat Call Center 110, Polres Sintang Bantu Ibu Hamil Terlantar di Pinggir Jalan

By On Mei 22, 2026


Cybernews.id - Sintang - Kalbar. 

Respons cepat kembali ditunjukkan jajaran Polres Sintang dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Berawal dari sebuah panggilan darurat melalui layanan Call Center 110, personel kepolisian bergerak cepat membantu seorang ibu hamil yang terlantar dan dalam kondisi lemah di pinggir jalan.


Peristiwa itu terjadi pada Minggu, 17 Mei 2026 sekitar pukul 12.19 WIB di Jalan Sintang–Pontianak, tepatnya di samping BTN Nabila. Laporan diterima dari seorang warga bernama Rani Diah Pratiwi yang merasa khawatir melihat kondisi seorang ibu hamil yang sudah berjam-jam menunggu jemputan keluarga namun tak kunjung datang.


Dalam laporan yang masuk ke layanan 110 Polres Sintang, ibu tersebut diketahui telah berada di Kota Sintang sejak malam sebelumnya sekitar pukul 23.00 WIB. Saat ditemukan, kondisinya tampak lemas, muntah-muntah, dan membutuhkan pertolongan segera.


Mendapat laporan itu, Plh Pamapta I Polres Sintang bersama personel SPKT dan anggota penjagaan langsung bergerak menuju lokasi. Di tengah teriknya siang, petugas mendapati ibu hamil tersebut duduk dalam kondisi tidak sehat sambil menanti kepastian dari keluarganya.


Tanpa menunggu lama, personel kepolisian kemudian memberikan bantuan kemanusiaan dengan menenangkan korban serta mengantarkannya langsung ke rumah keluarganya agar mendapatkan perawatan dan perhatian yang layak.

Kapolres Sintang, AKBP Sanny Handityo mengatakan bahwa pelayanan kepolisian melalui Call Center 110 harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, terutama dalam situasi darurat dan membutuhkan pertolongan cepat.


“Setiap laporan masyarakat yang masuk akan kami tindak lanjuti dengan cepat. Kehadiran Polri harus mampu memberikan rasa aman, membantu masyarakat yang membutuhkan, termasuk dalam kondisi kemanusiaan seperti ini,” ujar Kapolres.


Ia juga mengapresiasi respon cepat personel di lapangan yang sigap memberikan bantuan hingga memastikan ibu hamil tersebut dapat tiba dengan selamat di rumah keluarganya.


Langkah cepat yang dilakukan personel Polres Sintang tersebut menjadi wujud nyata bahwa kehadiran polisi tidak hanya dalam penegakan hukum, namun juga sebagai pelindung dan penolong masyarakat yang membutuhkan bantuan darurat kapan pun dan di mana pun.


Humres : Stg 

Editor : mit. 

Rabi Warga Pinoh Utara Ucapkan Terima Kasih ke Bupati Melawi H. Dadi Atas Perbaikan Jalan di Beberapa Titik

By On Mei 22, 2026


 Cybernews.id - Melawi - Kalbar. 

Perwakilan warga Desa Manding, Rabi, mengucapkan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bupati Melawi, H. Dadi Usfa Yursa. Ucapan ini disampaikan karena pemerintah daerah telah merespons keluhan masyarakat dengan melakukan perbaikan pada beberapa titik jalan yang rusak parah di penghubung Desa Manding menuju Desa Natai Panjang, Kecamatan Pinoh Utara.

 

Menurut Rabi, meskipun perbaikan yang dilakukan baru berupa penimbunan menggunakan tanah keras di beberapa titik saja, langkah ini sudah menjadi solusi dasar yang sangat membantu. Kondisi jalan yang sebelumnya sulit dilalui kini menjadi lebih baik, sehingga sedikit meringankan beban dan kesulitan yang dirasakan oleh masyarakat sehari-hari.

 

Mewakili seluruh warga Desa Manding dan masyarakat Kecamatan Pinoh Utara, Rabi berharap perbaikan ini tidak berhenti sampai di sini saja. Ia dan warga lainnya terus melakukan upaya permohonan kepada pemerintah daerah, pemerintah wilayah, hingga pemerintah pusat untuk terus berupaya memperjuangkan dan menyediakan anggaran khusus guna peningkatan kualitas jalan di wilayah tersebut.

 

Jalan yang dimaksud adalah rute Sungai Raya – Manding – Natai Panjang – Merah Arai – Engkurai – Merpak. Warga berharap ada rencana perbaikan yang dilakukan secara bertahap. Meskipun belum bisa menganggarkan untuk pengaspalan secara langsung, setidaknya dilakukan pengerasan menggunakan sertu dan penimbunan dengan batu kerikil, agar akses jalan tersebut semakin layak, kuat, dan nyaman digunakan dalam jangka panjang.


Penulis: Rb. 


Editor : mit. 

Hadysa Prana: Makna Syair RAJAWALI Jadi Pedoman, Wartawan dan Lembaga Harus Kokoh Melindungi Kepentingan Bangsa

By On Mei 22, 2026

 


Cybernews.id - Jakarta. 

22 Mei 2026

Di tengah maraknya berbagai persoalan yang menimpa insan pers di Kalimantan Barat, mulai dari kasus penganiayaan, pengoroyokan, ancaman, penghalangan kerja jurnalistik, hingga tekanan dari berbagai pihak yang kepentingannya tersentuh pemberitaan, Ketua Umum Rangkulan Jajaran Wartawan dan Lembaga Indonesia (RAJAWALI), Hadysa Prana, mengeluarkan seruan tegas dan pesan mendalam bagi seluruh anggota, pengurus, serta seluruh elemen pers dan lembaga yang tergabung dalam organisasi tersebut. Ia menekankan pentingnya menjaga persatuan, kebersamaan, dan solidaritas, serta mampu bersatu dalam perbedaan, sebagai kekuatan utama untuk menghadapi segala tantangan dan tekanan yang ada.

 

Pernyataan ini disampaikan Hadysa Prana bersama seluruh jajaran pimpinan pusat, wilayah dan daerah  RAJAWALI, menyusul catatan panjang organisasi mengenai rentetan kejadian yang merugikan dan membahayakan wartawan di berbagai daerah di Kalbar. Mulai dari kasus saat meliput aktivitas pertambangan ilegal, permasalahan lahan, pembangunan infrastruktur, hingga pemberitaan terkait kepentingan pihak tertentu, di mana wartawan kerap kali menjadi sasaran kekerasan fisik maupun tekanan psikis untuk membungkam kebenaran.

 

Menurut Hady l, kondisi ini menuntut kesadaran tinggi dari seluruh insan pers dan lembaga untuk meletakkan kepentingan bersama dan perlindungan profesi di atas segalanya, meskipun diakui terdapat perbedaan pandangan, latar belakang, atau cara kerja antar media maupun individu. Ia pun mengajak seluruh elemen untuk kembali mengingat dan menghayati semangat perjuangan yang tertanam dalam identitas organisasi, sebagaimana tertuang lantang dalam syair Hymne atau Mars RAJAWALI: "Jajaran wartawan pena jadi senjata, lembaga teguh melindungi bangsa".

 

Kalimat tersebut, kata Hady, bukan sekadar lirik lagu semata, melainkan janji suci dan landasan filosofi yang harus dipegang teguh oleh setiap anggota.

 

“Kami melihat dan mencatat, hampir setiap beberapa bulan ada saja rekan-rekan wartawan yang menjadi korban. Ada yang dipukul, dikeroyok, diancam, ada yang alat kerjanya dirusak, bahkan ada yang dipaksa menarik berita demi kepentingan pihak lain. Ini kenyataan pahit yang harus kita hadapi bersama. Di sinilah letak pentingnya persatuan dan pemaknaan kembali jati diri kita. Sebagaimana semangat yang tertuang dalam Hymne kita: 'Jajaran wartawan pena jadi senjata, lembaga teguh melindungi bangsa'. Maknanya sangat jelas, pena kita adalah senjata kebenaran untuk mengawal negara, dan organisasi ini hadir untuk menjadi benteng yang kokoh melindungi siapa saja yang berjuang di jalan yang benar,” tegas Hady dalam keterangannya, Jumat (22/5/2026).

 

Lebih jauh, Ketua Umum menegaskan bahwa perbedaan bukanlah alasan untuk terpecah belah, melainkan justru menjadi kekayaan dan kekuatan organisasi. Semakin beragam latar belakang dan pandangan, semakin kuat pilar penyangga kebebasan pers yang dibangun. Namun, semua itu harus tetap berjalan dalam satu barisan dan satu tujuan utama: menjamin kebebasan, keselamatan, dan kepastian hukum bagi setiap wartawan yang sedang menjalankan tugas negara.

 

“Prinsip dasar RAJAWALI adalah bersatu dalam perbedaan. Kami ada bukan untuk memecah, tapi menyatukan. Kami hadir untuk memastikan tidak ada lagi wartawan yang berjuang sendirian saat menghadapi masalah. Apapun medianya, apapun organisasinya, jika dia wartawan dan sedang diperlakukan tidak adil, maka itu adalah urusan kita semua. Persatuan kita adalah tameng terkuat agar kebebasan pers tetap hidup dan terjaga, sesuai amanah kita untuk melindungi kepentingan bangsa dan masyarakat,” tambahnya.

 

Hady juga mengingatkan bahwa tantangan ke depan diperkirakan akan semakin berat, seiring dengan semakin kritisnya pemberitaan dan semakin kompleksnya kepentingan yang ada di masyarakat. Oleh karena itu, kebersamaan antarwartawan dan lembaga harus terus diperkokoh, komunikasi dipererat, dan dukungan diberikan secara nyata. Semangat "pena jadi senjata dan lembaga teguh melindungi bangsa" harus menjadi energi positif yang menjaga integritas dan keberanian insan pers.

 

Pihaknya juga kembali menegaskan komitmen RAJAWALI untuk terus mengawal setiap kasus kekerasan, mengawal proses hukum, serta mendesak aparat penegak hukum untuk lebih responsif dan tegas melindungi profesi wartawan sesuai amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, khususnya Pasal 4 dan Pasal 18 yang menjamin kebebasan dan melarang segala bentuk penghalangan atau kekerasan terhadap wartawan.

 

“Jangan biarkan perbedaan kecil membuat kita lemah di hadapan ancaman besar. Mari kita buktikan bahwa wartawan dan lembaga di Kalbar adalah keluarga besar yang solid, berintegritas, dan selalu siap membela kebenaran serta hak publik untuk mendapatkan informasi. Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh. Itu pesan utama kami saat ini, yang berakar kuat dari semangat Hymne RAJAWALI yang kita banggakan,” pungkas orang nomor satu di Dewan Pimpinan Nasional itu.

 

Seruan ini langsung mendapat tanggapan positif dan dukungan penuh dari seluruh jajaran pengurus RAJAWALI di tingkat pusat, wilayah maupun cabang, yang berkomitmen untuk menyebarluaskan semangat persatuan ini ke seluruh lapisan insan pers di Kalimantan Barat.



Penulis : TIM RAJAWALI. 

Editor : mit. 


Jelang Hari Raya Idul Adha Warga Minta Kerja Sama Pemda Melawi Timbun Jalan Provinsi Pinoh Sayan.

By On Mei 22, 2026

 



Cybernews.id - Melawi - Kalbar

Warga wilayah dapil tiga Kecamatan Sayan, Tanah Pinoh, Tanah Pinoh Barat dan Kecamatan Sokan, berharap adanya kerja sama pemerintah dan pihak terkait untuk memperbaiki Jalan Utama Provinsi Pinoh Sayan tepatnya di Kilo meter (KM) 41 di Wilayah Desa Bora kecamatan Sayan Kabupaten Melawi Kalimantan Barat, kondisi jalan sudah sangat memperihatinkan saat di musim penghujan ini berubah menjadi  Kolam dan berlumpuran tanah serta licin saat pantauan media ini di lapangan,"Jumat 22/5/2026.


Salah satu warga pengguna jalan yang enggan di sebut namanya mengatakan kami selaku Masyarakat merasakan aktivitas sehari hari merasa kesulitan dan terganggu akibat kondisi jalan yang sulit dilalui Kendaraan Roda dua apa lagi Roda empat. Jalan tersebut merupakan akses penting yang digunakan warga empat kecamatan untuk beraktivitas dan mengangkut barang-barang dari Kota Kabupaten menuju kota kecamatan dan desa serta untuk mengangkut hasil pertanian.


Arie salah satu warga mengatakan di media sosial, masyarakat 

Sangat berharap adanya perhatian dan bantuan dari pemerintah untuk penimbunan ruas jalan Provinsi di KM 41 daerah Desa Bora tersebut." Kami berharap ada kerja sama untuk memperbaiki jalan Provinsi dari Pinoh Kota Menuju Kecamatan Sayan karna disaat musim ujan jalan tersebut sulit di lewati." Katanya.Abd.

Kasrem 121/Abw wakili Danrem 121/Abw dampingi Pangdam XII/Tpr melaksanakan kunjungan kerja ke Makodim 1203/Ketapang

By On Mei 22, 2026


Cybernews.id - Ketapang - Kalbar 

Danrem 121/Abw Brigjen TNI Purnomosidi, S.I.P., M.A.P., M.Han., diwakili Kasrem 121/Abw Kolonel Inf Dadang Ismail Marzuki, S.I.P., mendampingi Pangdam XII/Tanjungpura, Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito, S.I.P., M.Si., melaksanakan kunjungan kerja (kunker) ke Markas Kodim 1203/Ketapang pada Kamis (21/5/2026). Kunjungan ini merupakan bagian dari pembinaan satuan serta penguatan moril prajurit di Satuan jajaran Kodam XII/Tanjungpura.


Kedatangan Pangdam beserta rombongan disambut langsung oleh Dandim 1203/Ketapang Letkol Inf Zulkarnaen Galib dengan jajar kehormatan dan tarian adat khas Ketapang sebagai bentuk penghormatan.


Pada kesempatan ini, Pangdam XII/Tpr, Mayjen TNI Novi Rubadi berkesempatan memberikan pengarahan kepada prajurit dan Persit Kodim 1203/Ketapang, menekankan pentingnya profesionalisme prajurit dalam menjaga stabilitas keamanan.


Pangdam XII/Tpr juga menekankan agar menjaga hubungan baik dengan seluruh instansi yang ada di Kabupaten Ketapang. Hubungan yang baik selama ini agar dijaga sehingga kondusifitas wilayah betul-betul terwujud masyarakat lebih tenang bekerja mencari nafkah menjalani kehidupan.


“Banyak sekali program-program pemerintah dan tidak menutup kemungkinan dari pemerintah daerah juga ada program-program yang bisa dikolaborasikan kita kerjasama agar pemerintah daerah dan Kodim dapat saling mengisi mungkin seperti Karya Bakti atau program apa yang bisa dikerjasamakan oleh pemerintah daerah,” tegasnya.


Selain memberikan pengarahan, Pangdam XII/Tpr juga menyempatkan diri meresmikan Videotron dan Rumah Jaga Kodim 1203/Ketapang. Hal ini dilakukan untuk memastikan fasilitas pendukung tugas personel di wilayah teritorial Kodim 1203/Ketapang semakin optimal.


Penrem 121/ Abw. 

Editor : mit. 

Pangdam XII/Tpr Tutup Dikmata, 313 Prajurit Baru Resmi Dilantik

By On Mei 22, 2026



Cybernews.id - Singkawang 

Pangdam XII/Tanjungpura, Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito, S.I.P., M.Si., menutup resmi Pendidikan Pertama Tamtama (Dikmata) TNI AD Gelombang I tahun 2026. Upacara penutupan berlangsung di Lapangan Sapta Marga, Rindam XII/Tpr, Jalan Raya Pasir Panjang, Kota Singkawang, Jumat (22/5/2026). 


Sebanyak 313 mantan siswa telah menjalani pendidikan secara intensif selama 8 minggu di Secata Rindam XII/Tpr sejak 28 Maret 2026, sehingga mereka dinyatakan lulus dan dilantik menjadi Prajurit Tamtama TNI AD dengan pangkat Prajurit Dua (Prada).



Dalam amanatnya, Pangdam XII/Tanjungpura, Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh prajurit siswa atas keberhasilan menyelesaikan pendidikan.


"Dengan berakhirnya pendidikan ini, saya mengucapkan selamat kepada para prajurit siswa atas keberhasilannya menyelesaikan pendidikan dan dilantik menjadi prajurit TNI AD dengan pangkat Prajurit Dua," ujar Pangdam.


Pangdam juga memberikan apresiasi kepada Danrindam XII/Tpr beserta staf, instruktur, dan pelatih yang telah bekerja keras menyelenggarakan program pendidikan sehingga berjalan dengan baik dan mencapai hasil maksimal.


Lebih lanjut, Pangdam menekankan kepada para prajurit yang baru dilantik agar senantiasa memegang teguh nilai-nilai Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI sebagai landasan moral dalam menjalankan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara. 


Nilai-nilai tersebut, kata Pangdam, harus menjadi pedoman agar setiap prajurit mampu menjadi teladan di tengah masyarakat serta menjaga kehormatan institusi TNI AD. 


Menutup amanatnya, Pangdam berpesan kepada seluruh prajurit untuk terus membina kemampuan fisik dan mental guna menghadapi tahapan pendidikan selanjutnya maupun tugas kedinasan di masa mendatang


Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Daerah XII/Tanjungpura, Kasdam XII/Tpr, Kapoksahli Pangdam XII/Tpr, Danrindam XII/Tpr, para Asisten Kasdam XII/Tpr dan Kabalakdam XII/ serta Komandan Satuan jajaran Kodam XII/Tpr. Hadir pula Wali Kota Singkawang, Ketua DPRD Kota Singkawang, Kepala SPN Polda Kalbar Singkawang, Kajari Singkawang serta Kapolres Singkawang. (Pendam XII/Tpr)


Editor : mit. 

TEGAS! Propam Melarang Anggota Live Streaming Saat Jam Dinas

By On Mei 22, 2026


Cybernews.id + Landak 

Dalam upaya memperkuat profesionalisme dan menjaga marwah institusi, jajaran Polres Landak menegaskan larangan tegas bagi seluruh anggota Polri untuk melakukan siaran langsung (live streaming) di media sosial saat sedang melaksanakan tugas kedinasan, " Jumat (22/5/2026) 


Kebijakan ini ditegaskan sebagai langkah penting untuk memastikan setiap personel tetap fokus pada tugas utama, yaitu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat tanpa terganggu oleh aktivitas yang berpotensi mengganggu konsentrasi maupun citra kepolisian.


Kapolres Landak AKBP Devi Ariantari, S.H., S.I.K melalui Ps. Kasi Propam Iptu Marantika, dalam keterangannya secara terpisah, menegaskan bahwa penggunaan media sosial saat bertugas harus benar-benar dikendalikan dan tidak disalahgunakan.


“Penekanan ini bukan tanpa alasan. Kami ingin memastikan setiap anggota tetap mengedepankan disiplin, tanggung jawab, dan profesionalisme dalam setiap pelaksanaan tugas di lapangan,” tegasnya.


Ps. Kasi Propam juga menambahkan bahwa era digital memang tidak bisa dihindari, namun setiap personel Polri harus mampu menempatkan diri secara bijak, terutama saat membawa nama institusi di ruang publik.


“Media sosial boleh digunakan, tetapi tidak dalam bentuk live streaming saat dinas. Fokus utama anggota adalah pelayanan kepada masyarakat, bukan konten pribadi,” lanjutnya.


Lebih jauh, pihak Propam juga mengingatkan bahwa pelanggaran terhadap ketentuan ini dapat berdampak pada penegakan disiplin internal. Hal ini dilakukan demi menjaga kepercayaan publik serta memastikan Polri tetap hadir sebagai institusi yang profesional, humanis, dan dapat diandalkan.


Dengan penegasan ini, Polres Landak berharap seluruh personel dapat semakin fokus, sigap, dan responsif dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, tanpa teralihkan oleh aktivitas yang dapat menurunkan kualitas kinerja di lapangan.


Humres Landak 

Editor : mit.