Mengerikan! 47 Adegan Rekonstruksi Pembunuhan Ibu-Anak di Landak, Polisi Ungkap Rencana Tersangka

By On September 30, 2026


Cybernews.id - Landak. 

Misteri di balik tewasnya Asniwati (39) bersama anak balitanya, Dina, di Desa Angkanyar, Kecamatan Kuala Behe, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, kembali diurai polisi. Polres Landak menggelar rekonstruksi Sebanyak 47 adegan diperagakan dalam rekonstruksi perkara perampokan yang disertai pembunuhan tersebut digelar di halaman Mapolres Landak, Rabu (30/9/2026). Kegiatan ini dihadiri jaksa penuntut umum, penasihat hukum tersangka, serta sejumlah kerabat korban.


Dua tersangka berinisial B dan S turut dihadirkan. Namun, hanya B yang memperagakan adegan karena S disebut tidak mengakui keterlibatannya dalam perkara tersebut.


Kapolres Landak AKBP Devi Ariantari, S.H., S.I.K. melalui Kasat Reskrim Polres Landak AKP Kuswiyanto, S.H., M.H. mengatakan rekonstruksi dilakukan sebagai bagian dari kelengkapan berkas perkara.


"Rekonstruksi ini salah satu pemenuhan dari berkas perkara yang sedang kita kirimkan ke kejaksaan. Ada 47 adegan, mulai tanggal 6 Agustus kemudian dilanjutkan tanggal 7 Agustus," kata Kuswiyanto seusai rekonstruksi.


Dalam rekonstruksi tersebut, penyidik menggambarkan rangkaian peristiwa sejak 6 Agustus 2026 hingga aksi pada 7 Agustus 2026 sekitar pukul 11.00 WIB.


Menurut Kuswiyanto, berdasarkan keterangan tersangka B, aksi tersebut awalnya berkaitan dengan rencana mencari atau mengambil uang korban. Namun, dalam pembicaraan sebelum kejadian, disebut telah muncul kemungkinan menghilangkan nyawa korban.


"Awalnya direncanakan mencari uang atau merampok uang. Namun, dalam perencanaan itu juga sudah terpikirkan apabila tidak diselesaikan, maka akan ketahuan," ujarnya.


Penyidik kemudian menilai pembicaraan tersebut menjadi bagian dari dugaan perencanaan pembunuhan.


"Bahasa mereka, kalau tidak diselesaikan, kita yang selesai. Maka kami selaku penyidik dapat menyimpulkan masuk dalam bagian perencanaan pembunuhan," jelas Kuswiyanto.


Kuswiyanto mengatakan tersangka S hingga kini tidak mengakui keterlibatannya dalam kasus tersebut. Karena itu, S tidak memperagakan adegan dalam rekonstruksi.


"Karena sampai saat ini tersangka S tidak pernah mengakui perbuatannya. Namun tersangka B sangat jelas, gamblang dan lugas menyatakan perbuatan itu dilakukan oleh kedua tersangka," katanya.


Meski demikian, penyidik menyebut telah mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut.


Salah satunya adalah anting yang ditemukan saat penggeledahan di rumah S. Anting tersebut, kata Kuswiyanto, telah dikenali oleh suami korban sebagai milik Asniwati.


"Anting itu diakui oleh suami korban bahwa anting itu adalah milik korban. Dikuatkan oleh saksi anaknya sendiri, kemudian beberapa keluarganya yang menyatakan anting itu adalah milik korban," ungkapnya.


Polisi juga telah menemukan sebagian barang milik korban yang sebelumnya dilaporkan hilang.


Sebagian emas telah diamankan, sementara sebagian lainnya disebut telah dijual. Polisi juga mengamankan sebagian uang serta barang lain yang diduga hasil kejahatan, termasuk kendaraan dan telepon seluler.


Namun, uang tunai yang diduga masih berada pada tersangka S belum ditemukan.


"Untuk BB berupa uang tunai yang ada di tangan tersangka S belum kita dapatkan. Mengingat pertama, tersangka S tidak mengaku," kata Kuswiyanto.


Polisi juga masih mencari keberadaan keluarga S yang disebut telah meninggalkan tempat tinggalnya. Penyidik sempat mendapat informasi bahwa keluarga tersebut berada di wilayah Bengkayang, namun saat dilakukan pengejaran, mereka tidak ditemukan di lokasi.


Kuswiyanto mengatakan polisi memperkirakan uang yang hilang dalam kasus tersebut mencapai sekitar Rp 100 juta.


Perkiraan itu antara lain berdasarkan keterangan tersangka B yang kemudian dibandingkan dengan keterangan suami korban.


"Dari pengakuan tersangka B, dia mengambil sisa uang yang ada di dalam tas," ujarnya.


Sementara berdasarkan keterangan suami korban, uang yang disimpan korban diperkirakan mencapai sekitar Rp 130 juta. Namun, terdapat pula uang lain yang tidak diketahui oleh suami korban.


"Karena korban sendiri ada beberapa kegiatan yang suami tidak mengetahui, seperti arisan, kemudian uang kolektif," katanya.


Setelah rekonstruksi selesai, penyidik akan melengkapi berita acara serta memenuhi sejumlah petunjuk dari jaksa penuntut umum.


Berkas perkara selanjutnya akan kembali dikirimkan kepada jaksa untuk dilakukan penelitian lebih lanjut.


"Setelah kita lakukan reka ulang atau rekonstruksi ini, kita lengkapi BA-nya, kemudian kita lengkapi beberapa petunjuk dari jaksa. Selanjutnya kita kirimkan kembali berkasnya dan kita tunggu P21 dari jaksa," pungkas Kuswiyanto.


Penulis : Humas Polres Landak

Editor : mit. 

Semarakkan HUT RI Ke-81, PPWI DPC Kota Manado Gelar Aksi Berbagi Merah Putih

By On Agustus 17, 2026


Cybernews.id - Manado 

Memasuki momen bersejarah Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, Dewan Pengurus Cabang Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI DPC) Kota Manado menggelar aksi sosial dengan membagikan bendera Merah Putih secara gratis kepada masyarakat umum pada Sabtu, 16 Agustus 2026.


Aksi simpatik ini dipusatkan di sejumlah titik strategis Kota Manado, mulai dari persimpangan lampu merah, kawasan pertokoan, hingga pusat keramaian warga. Jajaran pengurus, panitia pelaksana, serta anggota PPWI DPC Kota Manado turun langsung ke jalan mengenakan atribut resmi organisasi untuk membagikan bendera kepada para pengguna jalan, baik pengendara roda dua, roda empat, maupun pejalan kaki.


Masyarakat Kota Manado menyambut aksi sosial ini dengan antusiasme tinggi. Banyak pengemudi yang langsung memasang dan mengikatkan bendera Merah Putih di kendaraan mereka begitu menerimanya dari para pewarta warga.


"Senang sekali bisa mendapatkan bendera gratis. Inisiatif seperti ini membuat nuansa dan semangat menyambut 17 Agustus semakin terasa hangat di tengah masyarakat," ujar salah satu warga pengendara saat ditemui di kawasan pusat kota Manado.


Ketua PPWI DPC Kota Manado, Riandy Zees, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian dan rasa cinta tanah air dari insan pers warga di daerah. "Kami ingin mengajak seluruh elemen masyarakat Kota Manado untuk memeriahkan peringatan HUT RI ke-81 dengan mengibarkan bendera Merah Putih. Bendera ini bukan sekadar lambang kain, melainkan simbol ikatan persatuan, kehormatan, dan jejak perjuangan bangsa," tuturnya di sela-sela kegiatan berlangsung.


Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Jems Ronal Toar, menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang telah mendukung kelancaran acara. "Pembagian sengaja kami sebar di beberapa titik agar jangkauannya merata. Harapan kami, masyarakat semakin bersemangat mengobarkan jiwa nasionalisme menyambut hari kemerdekaan," kata Jems.


Turut hadir memimpin dan mengawal jalannya aksi di lapangan antara lain Bendahara PPWI DPC Kota Manado Lady Sampelan, S.H., Sekretaris Panitia Herman Tampongangoi, beserta jajaran anggota PPWI Kota Manado lainnya.


Aksi sosial yang digelar oleh kawan-kawan pengurus di Manado mendapat perhatian khusus dan apresiasi tinggi dari Ketua Umum PPWI Nasional, Wilson Lalengke. Alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012 itu menyampaikan rasa bangga serta dukungannya atas dedikasi dan inisiatif bernilai positif yang ditunjukkan oleh PPWI DPC Kota Manado.


"Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya dan rasa bangga kepada seluruh rekan-rekan pengurus dan anggota PPWI DPC Kota Manado atas aksi nyata menyemarakkan HUT RI ke-81 ini. Inisiatif membagikan bendera Merah Putih secara langsung kepada masyarakat adalah bukti bahwa pewarta warga tidak hanya hadir melalui karya jurnalistik, tetapi juga hadir secara nyata di tengah masyarakat untuk merawat nilai-nilai kebangsaan dan jiwa gotong royong," tegas Wilson Lalengke dari Jakarta, Senin, 17 Agustus 2026.


Wilson Lalengke menambahkan, semoga aksi sederhana namun menyentuh ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi DPC-DPC PPWI lainnya di seluruh Indonesia untuk terus menebar kebermanfaatan dan mempererat tali persatuan di wilayah masing-masing. Melalui kegiatan ini, PPWI DPC Kota Manado berharap peringatan kemerdekaan tahun ini terasa semakin meriah, bermakna, serta mampu memperkokoh semangat persatuan dan kesatuan di tanah Nyiur Melambai. (TIM/Red)

Tegas dan Penuh Semangat! Arahan Kapolsek Sungai Tebelian Jadi Motivasi Anggota

By On Mei 19, 2026



Cybernews.id - Sungai Tebelian - Sintang. 

Di bawah langit pagi yang cerah menyinari halaman Mapolsek Sungai Tebelian, suasana apel pagi pada Selasa (19/5/2026) berlangsung penuh semangat dan disiplin. Barisan personel tampak tegap mengikuti arahan langsung dari Kapolsek Sungai Tebelian, IPDA Aprianus Sabari Tampe, S.H., yang memimpin jalannya apel dengan penuh wibawa.


Dalam arahannya, Kapolsek menekankan pentingnya menjaga kekompakan, disiplin, serta meningkatkan pelayanan humanis kepada masyarakat. Ia meminta seluruh personel agar tetap sigap dalam menjalankan tugas, menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, serta selalu hadir memberikan rasa aman di tengah masyarakat.


Kapolres Sintang AKBP Sanny Handityo, S.H., S.I.K. melalui Kapolsek Sungai Tebelian IPDA Aprianus Sabari Tampe, S.H mengatakan bahwa apel pagi bukan sekadar rutinitas, melainkan sarana untuk memperkuat kedisiplinan, kesiapan personel, dan evaluasi pelaksanaan tugas di lapangan.


“Setiap anggota harus mampu menjaga nama baik institusi Polri, bekerja dengan penuh tanggung jawab, serta meningkatkan sinergi dengan masyarakat demi terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif,” tegas Kapolsek di hadapan seluruh personel.


Lanjut Kapolsek menambahkan, pihaknya juga mengingatkan seluruh anggota agar selalu menjaga kesehatan dan keselamatan saat bertugas, terlebih dalam menghadapi berbagai tantangan tugas kepolisian yang semakin kompleks. Dengan semangat kebersamaan dan dedikasi tinggi, diharapkan seluruh personel Polsek Sungai Tebelian mampu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.


Apel pagi tersebut berlangsung tertib dan penuh semangat, ditutup dengan doa bersama sebagai bentuk harapan agar seluruh rangkaian tugas yang dijalankan senantiasa diberikan kelancaran dan perlindungan. ( hr) 



Editor : mit. 

King Rattle Club Sintang Gelar Anniversary ke-15 di Bumi Senentang

By On Mei 16, 2026



Cybernews.id - Sintang. 

King Rattle Club Sintang merayakan _Anniversary ke-15_ pada Sabtu, 16 Mei 2026 di Kapuas Kanan Hulu, Sintang. Acara yang mengusung tema _"BOLDER RIDER KING RATTLE CLUB SINTANG ANNIVERSARY 15TH"_ ini menjadi penanda 15 tahun perjalanan komunitas sejak berdiri pada 2011 di Bumi Senentang.


Mengangkat tagline _"Bukan Sekedar Penampilan, Tapi Karena Rasa"_, perayaan ini menegaskan bahwa King Rattle Club lebih dari sekadar komunitas motor. Acara berlangsung dari siang hingga malam hari dengan rangkaian gathering, sambutan, hiburan, dan puncak acara di malam hari. Dukungan sponsor turut memeriahkan, termasuk semangat _"Yamaha Semakin Di Depan"_.


Selama 15 tahun, King Rattle Club Sintang terus aktif menjaga solidaritas antar anggota dan menggelar kegiatan sosial serta touring di wilayah Kalimantan Barat. Perayaan ini diharapkan memperkuat persaudaraan dan semangat kebersamaan komunitas.



( Hk / mit) 

Waspada Curanmor! Polisi Imbau Jemaat Jangan Tinggalkan Kunci di Motor Saat Ibadah

By On Mei 14, 2026


Cybernews.id - Tebelian - Sintang 

 Suasana khidmat Perayaan Hari Raya Kenaikan Yesus Kristus Tahun 2026 di Gereja Keluarga Kudus Paroki Pandan, wilayah hukum Polsek Sungai Tebelian, terasa aman dan penuh kekhusyukan berkat pengamanan ketat yang dilakukan personel Polsek Sungai Tebelian bersama para pemuda gereja, Kamis (14/5/2026).


Sejak sebelum ibadah dimulai, personel kepolisian langsung melakukan sterilisasi di seluruh area gereja guna mengantisipasi adanya pihak yang berniat melakukan tindakan yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban jalannya ibadah. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh demi memastikan situasi tetap aman dan kondusif bagi para jemaat yang hadir.


Perayaan misa yang dipimpin oleh PASTOR RD. AGUSTINUS XB berlangsung penuh hikmat. Di tengah ramainya jemaat yang datang untuk beribadah, petugas kepolisian juga aktif memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap aksi pencurian kendaraan bermotor.


Jemaat diingatkan agar selalu mengunci stang sepeda motor dan tidak meninggalkan kunci pada kendaraan saat diparkir. Imbauan tersebut diberikan untuk menghindari aksi pelaku kejahatan yang berpura-pura seolah kendaraan tersebut miliknya sendiri sebelum membawa kabur motor korban.


Kapolres Sintang AKBP Sanny Handityo, S.H., S.I.K. melalui Kapolsek Sungai Tebelian IPDA Aprianus Sabari Tampe, S.H. saat dikonfirmasi secara terpisah mengatakan bahwa pengamanan ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat yang melaksanakan ibadah keagamaan.


“Pengamanan dan sterilisasi ini kami lakukan agar umat dapat menjalankan ibadah dengan tenang dan khusyuk. Kami juga mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap tindak kriminalitas, khususnya pencurian kendaraan bermotor,” ujar Kapolsek.


Lanjut Kapolsek menambahkan bahwa sinergitas antara pihak kepolisian dan pemuda gereja menjadi kekuatan penting dalam menjaga situasi kamtibmas tetap aman selama kegiatan berlangsung.


Sementara itu, Pengurus Gereja Keluarga Kudus Paroki Pandan mengungkapkan rasa terima kasih dan apresiasi kepada personel Polsek Sungai Tebelian serta para pemuda gereja yang telah membantu menjaga keamanan selama perayaan ibadah berlangsung.


“Kami merasa sangat terbantu dengan kehadiran pihak kepolisian. Jemaat menjadi lebih tenang dan nyaman saat beribadah. Semoga kerja sama seperti ini terus terjalin dengan baik,” ungkap pengurus gereja. ( Hr) 


Editor : mit. 

Kasat Lantas Polres Melawi Warning Keras Pengendara Pengguna Knalpot Kendaraan Tidak Sesuai Spesifikasi

By On Mei 08, 2026


Cybernews.id - Melawi - Kalbar

Kebisingan suara yang di hasilkan dari penggunaan knalpot kendaraan tidak sesuai spesifikasi (brong) di Kabupaten Melawi menimbulkan berbagai masalah sosial di tengah masayarakat terutama kebisingan, keluhan warga dan bahkan dapat menimbulkan konflik sosial, masyarakat sudah sangat gerah karena masih adanya aksi berbahaya balapan liar di beberapa titik tertentu, Sabtu, (9/5/26).


Kapolres Melawi Polda Kalbar AKBP Harris Batara Simbolon, S.I.K., S.H., M.Tr. Opsla melalui Kasat Lantas AKP P. Supriatna, S.H kini memberikan warning kepada pengendara dan kendaraan yang menggunakan knalpot brong termasuk kendaraan roda empat keatas.


"Kami telah menerima pengaduan dari masyarakat baik melalui pesan WhatsApp, layanan hotline Polri 110, medsos dan langsung kepada petugas, warning untuk pengguna knalpot brong stop berkendara membuat kebisingan dan kami pastikan tindakan tegas telah kami siapkan," jelas Kasat Lantas.


Seperti di ketahui Polres Melawi telah beberapa kali melakukan langkah penindakan namun masih dilakukan dan untuk hal ini membutuhkan langkah lebih tegas dan dukungan penuh dari semua pihak dan yang paling utama peran dan dukungan dari orang tua. Dari beberapa pengendara mengakui orang tua mengetahui knalpot yang di gunakan dan pembeliannya melalui online.


"Peran orang tua sangat penting, memberikan kepada putra putrinya untuk mengendarai kendaraan harus mengetahui kemana dan apa yang dilakukan, melihat dari sisi yang sama apakah orang tua tidak tau atau tidak pernah menegur ketika kendaraan yang digunakan menggunakan knalpot brong saat di bawa pulang serta harus siap menerima resikonya," terang AKP P. Supriatna.


Lanjutnya, di beberapa pesan WhatsApp yang kami terima bahkan ada masyarakat yang sudah menyampaikan dengan narasi sangat kesal bahkan menganggap layak di perlakukan tidak baik atas kebisingan yang ditimbulkan dan mirisnya lagi ada pengaduan yang mengatakan berkendara menggunakan knalpot brong tidak peduli dengan waktu waktu masyarakat sedang beribadah terutama menjelang sholat magrib, Kasat Lantas menambahkan ini adalah perasaan yang tidak dapat di tutupi lagi atas dasar kekesalan.


"Langkah paling tegas pasti kami lakukan, segera hentikan aksi berbahaya balapan liar dan penggunaan knalpot brong dan ganti knalpot pabrikan. Terima kasih kepada masyarakat Kabupaten Melawi atas informasi, saran, masukan dan atas dukungan yang di berikan, komitmen kami menjadikan lalu lintas yang aman, nyaman di Kabupaten Melawi tanpa kebisingan," tegas Kasat Lantas.


Hmsresmlw.

Editor : mt / Abd. 

RABI, TOKOH PEMUDA DAYAK MELAWI: MEDIA ONLINE PENTING EDUKASI ADAT BUDAYA KEPADA DUNIA

By On Mei 06, 2026


 Cybernews.id- Pontianak - Kalbar. 

 Tokoh Pemuda Dayak Kabupaten Melawi, Rabi, S.Pd., C.BJ., C.EJ. menegaskan pentingnya peran media online dalam upaya edukasi dan sosialisasi kekayaan budaya, khususnya terkait Adat Budaya yang masih lestari di tengah masyarakat.

 

Menurut Rabi, media massa dan khususnya media online memiliki peran strategis sebagai jembatan informasi yang sangat cepat dan luas jangkauannya.

 

"Kita memiliki kearifan lokal yang luar biasa, salah satunya adalah kekayaan Adat Budaya kita. Ini bukan sekadar tradisi biasa, tapi bagian dari hukum adat, filosofi hidup, dan kearifan lokal dalam menjaga keseimbangan alam. Melalui media online, nilai-nilai luhur ini bisa kita sampaikan, kita edukasi, agar tidak hanya dikenal di kalangan kita saja, tapi juga dipahami oleh dunia luar," ujar Rabi.

 

*Meluruskan Persepsi, Menjaga Martabat Adat*

 

Rabi menjelaskan, banyak orang dari luar daerah mungkin belum memahami makna mendalam dari Adat Budaya yang kita miliki. Seringkali ada kesalahpahaman jika tidak dijelaskan dengan baik.

 

"Tugas media adalah menyampaikan fakta dan edukasi. Agar masyarakat luas tahu bahwa Adat Budaya di Melawi adalah tradisi yang penuh kesakralan, hormat, dan nilai filosofis yang tinggi. Bukan hal yang keliru dipahami, melainkan warisan leluhur yang harus kita banggakan," tegasnya.

 

*Media Sebagai Wadah Pelestarian*

 

Di era digital ini, Rabi berharap insan pers dan pengelola media online dapat terus berkolaborasi untuk memuat konten-konten budaya yang positif.

 

"Dengan bantuan media, cerita tentang Adat Budaya dan seluruh kekayaan budaya Dayak Melawi bisa abadi, tersimpan, dan bisa diakses oleh generasi mendatang serta dunia internasional. Mari kita lestarikan budaya melalui tulisan dan gambar agar tak lekang oleh waktu," pungkas Rabi.

 

(Tim Redaksi)