Ketua Koperasi Bantah Tuduhan Tak Transparan, Oleh Anggota Koprasi Saat Pertemuan di PT.PAL.

By On Agustus 13, 2026


Cybernews.id - Melawi - KalbarKetua Koperasi Usaha Bersama Palma, M. Ridwan Saidy, memberikan klarifikasi terkait pernyataan salah seorang tokoh adat Desa Kerangan Purun yang juga merupakan anggota Koperasi Usaha Bersama yang mengaku sudah tidak percaya terhadap koperasi dalam pengelolaan kebun plasma. Pada saat pertemuan dengan manajemen PT Palma Adinusa Lestari (PT PAL), Kamis (13/8/2026). Pertemuan yang berlangsung di Kantor PT PAL tersebut membahas berbagai persoalan terkait pengelolaan kebun plasma, pembagian hasil, harga Tandan Buah Segar (TBS), hingga pengawasan di lapangan.


Ridwan menegaskan, pihak koperasi tetap terbuka terhadap kritik dan masukan dari anggota maupun masyarakat. Namun, ia menilai pernyataan tersebut perlu diluruskan agar persoalan yang sebenarnya tidak menjadi bias di tengah anggota petani plasma.


Menurut Ridwan, sebelumnya seorang tokoh adat tersebut beberapa kali mengajukan diri untuk mengisi sejumlah posisi di lingkungan koperasi. Namun, beberapa permintaan tersebut tidak dapat dipenuhi karena adanya pertimbangan dan kebutuhan organisasi.


"Perlu kami luruskan. Yang bersangkutan sebelumnya beberapa kali mengajukan dirinya untuk posisi tertentu di koperasi. Ketika permintaan tersebut tidak dipenuhi, jangan kemudian koperasi yang menjadi sasaran dan dikatakan tidak transparan atau tidak bisa dipercaya," kata M. Ridwan Saidy. Jumat (14/08/2026).



Ridwan menjelaskan, salah satu permintaan yang pernah disampaikan adalah meminta honor sebagai pengurus koperasi. Namun, permintaan tersebut tidak dapat dipenuhi karena koperasi telah memberikan honor kepada Dewan Adat Kecamatan.


"Beliau pernah meminta honor sebagai pengurus. Itu tidak kami tanggapi karena koperasi sudah memberikan honor untuk Dewan Adat Kecamatan. Jadi ada pertimbangan organisasi yang harus kami jalankan," jelasnya.


Selain itu, kata Ridwan, yang bersangkutan juga pernah meminta posisi sebagai Humas koperasi. Namun, permintaan tersebut tidak dapat diberikan karena tugas Humas menurutnya tidak hanya berkaitan dengan penyelesaian persoalan di lapangan, tetapi juga membutuhkan kemampuan administrasi dan pengelolaan laporan.


"Beliau juga pernah meminta menjadi Humas. Kami tidak menanggapi permintaan itu karena posisi Humas bukan hanya menyelesaikan masalah di lapangan. Ada pekerjaan administrasi dan pembuatan laporan yang membutuhkan kemampuan komputer," ujarnya.


Ridwan juga mengungkapkan bahwa tokoh adat tersebut pernah mengajukan diri untuk mengisi posisi SSL sebagai pengganti Pak Arkan. Namun, permintaan tersebut kembali tidak dapat dipenuhi oleh koperasi.


"Beliau juga pernah meminta menjadi SSL untuk menggantikan Pak Arkan. Itu juga tidak kami tanggapi. Kami mempunyai pertimbangan sendiri dalam menentukan siapa yang ditempatkan pada posisi tertentu," ungkap Ridwan.


Ia menilai, adanya keinginan untuk mendapatkan posisi tertentu di lingkungan koperasi tidak seharusnya kemudian menjadi dasar untuk menilai seluruh kinerja koperasi.


"Kalau ingin bekerja, tentu kami lihat kebutuhan dan kemampuan yang dibutuhkan untuk posisi tersebut. Jangan sampai karena keinginan untuk mendapatkan posisi tertentu tidak terpenuhi, kemudian ujung-ujungnya koperasi yang menjadi sasaran," tegasnya.


Pembayaran Plasma Tetap Dilakukan Setiap Triwulan


Terkait persoalan pembagian hasil plasma, Ridwan juga membantah jika koperasi disebut tidak melakukan pembayaran kepada petani plasma.


Ia menegaskan, pembayaran hasil plasma tetap dilakukan setiap triwulan sesuai dengan mekanisme yang berjalan selama ini.


"Koperasi dan perusahaan setiap triwulan tetap melakukan pembayaran hasil plasma. Jadi bukan tidak dibayar. Memang pada triwulan kedua tahun 2026 ini hasilnya sedikit menurun," katanya.


Ridwan menyebut penurunan hasil pada triwulan kedua 2026 merupakan kondisi yang perlu dilihat berdasarkan perhitungan produksi dan kondisi kebun pada periode tersebut. Menurutnya, pada triwulan-triwulan sebelumnya pembagian hasil masih relatif baik dan berjalan aman.


"Memang kebetulan pada triwulan kedua tahun 2026 ini hasilnya sedikit menurun. Tetapi kalau melihat triwulan-triwulan sebelumnya, hasilnya lumayan dan relatif aman. Jadi jangan hanya melihat satu periode kemudian seolah-olah seluruh pengelolaan koperasi bermasalah," jelasnya.


Menurut Ridwan, koperasi tidak menutup diri terhadap evaluasi terkait pengelolaan kebun plasma. Masukan mengenai panen, pemupukan, perawatan kebun, pengangkutan TBS, harga jual maupun pembagian hasil akan menjadi bahan evaluasi bersama dengan pihak perusahaan.


"Kami tidak anti kritik. Kalau ada kekurangan dalam pengelolaan kebun, silakan disampaikan dan kita evaluasi bersama. Kami juga ingin hasil plasma meningkat karena itu menyangkut kesejahteraan seluruh anggota," ujarnya.


Ia berharap perbedaan pendapat yang muncul tidak berkembang menjadi persoalan yang memecah hubungan antara koperasi, perusahaan dan anggota petani plasma.


"Kita semua punya kepentingan yang sama, yaitu bagaimana kebun plasma ini dikelola dengan baik dan memberikan hasil yang maksimal kepada petani. Karena itu, mari kita lihat persoalan berdasarkan data dan fakta, bukan karena kepentingan pribadi atau keinginan terhadap suatu posisi yang tidak terpenuhi," pungkas Ridwan Saidy.Bgs/Abd.

Pembagian Plasma Diduga Tidak Sesuai, Anggota Koperasi Geruduk Kantor PT.PAL.

By On Agustus 13, 2026


Cybernews.id - Melawi - Kalbar

Pengurus dan Anggota Koprasi Usaha bersama, beserta Tokoh Masyarakat dan Tokoh Adat menggelar pertemuan dengan manajemen PT Palma Adinusa Lestari (PT PAL), Kamis (13/8/2026), di Kantor PT Palma Adinusa Lestari.


Pertemuan tersebut membahas peningkatan pendapatan petani plasma atau Sisa Hasil Kebun (SHK), sekaligus menyampaikan berbagai persoalan yang selama ini menjadi perhatian anggota koperasi.


Dalam pertemuan tersebut, Koperasi Usaha Bersama Palma menyampaikan bahwa berdasarkan perhitungan SHK periode April hingga Juni 2026, nilai yang diterima tercatat sebesar Rp126.521.216. Jika dihitung berdasarkan luasan kebun plasma, nilai tersebut hanya sekitar Rp49.428 per hektare per bulan. Kondisi tersebut dinilai masih sangat rendah sehingga koperasi anggota koprasi 

mengusulkan adanya peningkatan pendapatan petani plasma."jelasnya.


Ketua Koperasi Usaha Bersama Palma Kecamatan Sayan,M. Ridwan Saidy, mengatakan rendahnya SHK menjadi salah satu keluhan utama yang disampaikan anggota. Selain persoalan pembagian hasil, anggota juga mengeluhkan kondisi pengelolaan kebun yang dinilai masih perlu diperbaiki.


"Anggota melaporkan adanya penurunan pembagian hasil plasma. Selain itu, pelaksanaan panen dan pemupukan juga dinilai masih kurang, termasuk pengawasan dari mandor perusahaan di lapangan," ujar M. Ridwan Saidy.


Kepala Desa Berobai Permai Muspida dan juga selaku anggota Petani Plasma Koperasi Usaha bersama meminta kejelasan dari pihak koprasi dan Perusahaan PT.Palma Adinusa Lestari (PAL) Untuk terbuka, terkait Instruktur kepengurusan Kelompok tani koprasi Usaha bersama, karna selama ini tidak ada keterbukaan terkait kepengurusan Koprasi, serta terkait ketentuan dan keterbukaan pembagian." Pintanya.


" Dan Muspida minta kepada pihak koprasi dan Perusahaan PT.Palma Adinusa Lestari (PT.PAL) harus terbuka dan minta Nota pembayaran berapa harga perkilo, dan berapa Ton yang telah di angkut dan di jual, harus terbuka kepada anggota pintanya biar tidak ada fitnah dan dusta di antara kita." Pintanya Muspida. 


Toni warga Desa Berobai Permai dan juga selaku Pemilik Plasma yang di kelola oleh Koprasi Usaha Bersama menegaskan kepada pihak Koprasi dan Perusahaan PT.Palma Adinusa Lestari apa bila tidak ada keputusan apa yang telah kita sepakati hari ini sampai tanggal 16/9/2026 kami semua selaku pemilik lahan Plasma akan kami Panin masal dan tutup jalan produksi di lapangan."jelasnya.


Salah seorang peserta rapat saudara.Iwan warga Sayan, yang dalam pertemuan tersebut menyuarakan aspirasi anggota, juga meminta agar setiap transaksi penjualan TBS dapat diketahui secara terbuka oleh anggota koperasi.


"Nota pembayaran harus jelas, berapa harga per kilogram, berapa ton yang diangkut dan berapa hasil penjualannya. Semuanya harus terbuka kepada anggota. Dengan begitu tidak ada fitnah dan tidak ada dusta di antara kita," tegasnya.


Sementara itu, anggota Kelompok Tani Usaha Mandiri, Antek, menyampaikan sikap tegas anggota apabila tidak ada kejelasan mengenai tuntutan yang telah disampaikan kepada pihak perusahaan dan koperasi.


"Kalau tidak ada keputusan yang jelas dari pihak perusahaan dan koperasi, anggota kelompok tani akan mengambil sikap, termasuk melakukan panen raya atau panen sendiri," tegas Antek.


Dalam kesempatan yang sama, Sukri meminta agar persoalan pencurian buah di areal kebun plasma dapat diselesaikan melalui mekanisme yang disepakati bersama antara perusahaan, kepolisian, pemerintah desa dan tokoh adat.


"Kalau ada pencuri buah atau tindakan yang merugikan pihak terkait, jangan langsung ditangkap. Kita buat aturan bersama antara perusahaan, kepolisian, kepala desa dan ketua adat. Kalau pelaku masih bisa dibina melalui aturan adat, berikan efek jera terlebih dahulu. Kalau mengulangi perbuatannya, baru diserahkan kepada penegak hukum," ujar Sukri.


Ia menilai kesepakatan bersama diperlukan agar penanganan persoalan keamanan kebun dapat dilakukan secara terarah dan tidak menimbulkan persoalan baru di tengah masyarakat.


Ketua Adat Desa Kerangan Purun pak jangli, yang juga merupakan anggota Koperasi Usaha Bersama Palma turut menyampaikan keresahan anggota terkait pengelolaan kebun plasma. Ia mengatakan sebagian anggota mulai mempertanyakan kejelasan pengelolaan dan pembagian hasil kebun.


"Anggota saat ini sudah mulai tidak percaya jika kebun mereka terus dikelola tanpa ada kejelasan mengenai pembagian hasil dan jaminan terhadap anggota koperasi," ungkapnya.


Dalam pertemuan itu juga disinggung mengenai luasan kebun plasma sekitar 556 hektare. Peserta meminta agar mekanisme perhitungan produksi, harga TBS, biaya operasional, potongan serta pembagian hasil dijelaskan secara transparan kepada seluruh anggota. Ketentuan pemotongan sebesar 30 persen sebagaimana yang disebut dalam perjanjian atau MoU juga menjadi bagian yang perlu dijelaskan secara terbuka kepada anggota.


Pihak manajemen PT Palma Adinusa Lestari yang hadir dalam pertemuan tersebut di antaranya JM PT PAL Radinal, Manajer Kemitraan Plasma RO PT PAL serta Dedik dari unsur GA SSL.


Pertemuan tersebut kemudian menyepakati adanya pembahasan lanjutan antara Koperasi Usaha Bersama Palma dengan manajemen PT PAL. Pertemuan lanjutan dijadwalkan berlangsung pada 16 September 2026 untuk menindaklanjuti berbagai usulan yang disampaikan anggota dan pengurus koperasi.


Koperasi berharap pertemuan berikutnya dapat menghasilkan keputusan konkret terkait peningkatan SHK menjadi Rp500.000 per hektare per bulan, perbaikan pengelolaan kebun, peningkatan pengawasan lapangan, perbaikan harga jual TBS serta keterbukaan data produksi dan penjualan.


"Kami berharap hasil pertemuan ini tidak berhenti pada pembahasan saja. Harus ada tindak lanjut dan keputusan yang jelas sehingga anggota mengetahui bagaimana langkah perusahaan dan koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan petani plasma," pintanya.Abd.

Hoax! TNI-Polri Cek Lokasi PETI Pemayam, Isu Makam Tua Terdampak Tak Terbukti

By On Agustus 08, 2026


Cybernews.id- Landak 

Informasi yang beredar di media sosial terkait dugaan aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang disebut-sebut berdampak terhadap kawasan tanah wakaf dan makam tua di wilayah Pemayam, Kabupaten Landak, mendapat perhatian serius dari aparat keamanan, " Sabtu (8/8/2026) 


Untuk memastikan kebenaran informasi tersebut, personel gabungan TNI-Polri turun langsung melakukan pengecekan ke lokasi yang disebut dalam informasi yang beredar. Dari hasil pemeriksaan di lapangan, petugas tidak menemukan adanya aktivitas PETI yang sedang berlangsung.


Pengecekan tersebut sekaligus dilakukan untuk memastikan kondisi kawasan yang dikaitkan dengan isu adanya makam tua yang disebut terkena imbas aktivitas PETI. Setelah dilakukan penelusuran secara langsung, lokasi makam yang dimaksud ternyata berada cukup jauh dari titik yang sebelumnya disebut sebagai lokasi aktivitas pertambangan.


Dengan demikian, informasi yang beredar di media sosial mengenai adanya tanah wakaf atau makam tua yang terdampak aktivitas PETI dinilai tidak sesuai dengan fakta hasil pengecekan lapangan atau hoaks.


Kapolres Landak AKBP Devi Ariantari, S.H., S.I.K., melalui - Kabag Ops Polres Landak, KOMPOL Imbang Sulistyono, S.H, M.H menjelaskan bahwa pengecekan dilakukan sebagai bentuk respons aparat terhadap informasi yang berkembang di tengah masyarakat, sekaligus untuk memastikan situasi di lapangan secara langsung. 


“Setelah dilakukan pengecekan, pada saat petugas berada di lokasi tidak ditemukan lagi adanya aktivitas PETI. Kami turun langsung untuk memastikan informasi yang beredar dan melihat kondisi sebenarnya di lapangan,” jelas Kompol Imbang.


Lanjut Kabag Ops menambahkan, masyarakat diimbau agar tidak mudah mempercayai maupun menyebarluaskan informasi yang belum dipastikan kebenarannya, terlebih informasi yang berpotensi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.


Menurutnya, setiap informasi yang berkembang dan berkaitan dengan gangguan keamanan maupun aktivitas ilegal akan menjadi perhatian aparat. Namun, masyarakat juga diharapkan dapat membantu menjaga situasi tetap kondusif dengan melakukan verifikasi terlebih dahulu sebelum menyebarkan informasi melalui media sosial.


“Kalau ada informasi mengenai aktivitas PETI atau persoalan lainnya, silakan sampaikan kepada aparat. Kami akan melakukan pengecekan dan mengambil langkah sesuai dengan kondisi serta fakta yang ditemukan di lapangan,” tegasnya.


Pengecekan oleh TNI-Polri tersebut menjadi langkah penting untuk meluruskan informasi yang berkembang sekaligus memastikan masyarakat memperoleh informasi berdasarkan kondisi nyata di lapangan.


Aparat juga menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pemantauan terhadap lokasi-lokasi yang berpotensi menjadi tempat aktivitas PETI. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan, ketertiban masyarakat serta mencegah aktivitas pertambangan ilegal yang dapat menimbulkan dampak terhadap lingkungan maupun masyarakat sekitar.


(Tim Redaksi)

Warga Minta APH Usut Tuntas Penyebar Vidio Asusila di Ruang Umum Atau di Media Publik.

By On Juli 27, 2026

.


Cybernews.id - Melawi - Kalbar

Warga Kabupaten Melawi di buat resah oleh Oknum pengelola videotron dari Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Melawi,karena Vidio asusila atau mesum beredar luas dan tayang di ruang atau layar informasi publik."Senin 27/7/2026 siang.


Dampak dan respon warga merasa terganggu karena konten tidak senonoh tersebut dapat dilihat oleh siapa saja, termasuk anak-anak di bawah umur yang lewat di area Tugu Juang/Naruto atau di ruang publik.


Insiden tersebut menjadi sorotan warga karena Videotron merupakan salah satu media informasi resmi dari Pemerintah Daerah Kabupaten Melawi yang selama ini selalu di gunakan untuk menyampaikan informasi pelayan Publik, kepada Masyarakat.


Warga minta kepada pihak APH Kabupaten Melawi di usut tuntas oknum yang telah Menyebarkan konten asusila di ruang umum atau di media Publik yang telah melanggar atau Undang undang Informasi dan Transaksi elektronik (UU ITE) serta Undang-Undang Pornografi."pinta warga.


Sementara ini, hingga berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan dan keterangan dari Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Melawi kepada awak media terkait kronologi lengkap kejadian, Vidio Mesum tersebut.(Abd)

Stop Bullying! Begini Cara Humanis Polisi Saat Menyapa Pelajar di Tengah Patroli Siang

By On Juli 24, 2026


Cybernews.id - Ngabang - Landak. 

Dalam upaya menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif serta membangun kedekatan dengan generasi muda, personel Polsek Ngabang melaksanakan patroli siang dengan menyapa para pelajar di wilayah Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak, Jumat (24/7/2026).


Di sela kegiatan patroli, personel kepolisian tidak hanya memastikan situasi tetap aman, tetapi juga memberikan edukasi dan pesan-pesan kamtibmas kepada para pelajar. Dengan pendekatan yang humanis, polisi mengajak para siswa untuk selalu disiplin, menghormati guru dan orang tua, serta menjauhi berbagai bentuk kenakalan remaja.


Petugas juga memberikan imbauan agar para pelajar tidak terlibat dalam aksi perundungan (bullying), baik secara langsung maupun melalui media sosial. Bullying dapat memberikan dampak buruk bagi korban maupun pelaku, sehingga para pelajar diharapkan mampu saling menghargai, menjaga persahabatan, serta menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan penuh rasa saling menghormati.


Kapolres Landak AKBP Devi Ariantari, S.H., S.I.K., melalui Kapolsek Ngabang Kompol Zuanda, S.H., C.I.M., menjelaskan secara terpisah bahwa kegiatan patroli dialogis yang menyasar pelajar merupakan bagian dari upaya Polri dalam memberikan rasa aman sekaligus menanamkan nilai-nilai positif kepada generasi penerus bangsa.


"Melalui patroli dialogis ini, kami ingin menunjukkan bahwa Polri adalah sahabat pelajar. Kehadiran anggota di tengah masyarakat, khususnya di lingkungan pelajar, diharapkan dapat memberikan rasa aman sekaligus membangun komunikasi yang baik agar mereka tidak mudah terpengaruh oleh perilaku negatif," jelas Kapolsek.


Lanjut Kapolsek menambahkan, pihaknya mengajak seluruh pelajar untuk terus menjaga semangat belajar, saling menghormati sesama teman, serta berani menolak segala bentuk perundungan.


"Jangan pernah ikut membully ataupun menjadi bagian dari tindakan yang dapat menyakiti teman. Jadilah pelajar yang berprestasi, berakhlak baik, dan bersama-sama menjaga keamanan serta ketertiban di lingkungan sekolah maupun di masyarakat," tambah Kompol Zuanda.


Melalui kegiatan Polisi Sahabat Pelajar, diharapkan terjalin hubungan yang semakin erat antara Polri dengan para pelajar sehingga mampu menciptakan generasi muda yang disiplin, berkarakter, serta menjadi pelopor keselamatan dan keamanan di lingkungan sekitarnya.


Rillis : Humas Polsek Ngabang

Editor : mit. 

Aduh, Lambatnya Pelayan Kesehatan di Pukesmas Menukung Warga Jadi Kesal.

By On Juli 21, 2026


Cybernews.id - Melawi - Kalbar

Telah Beredar video dan informasi yang menyebut dugaan lambatnya pelayanan di Puskesmas Menukung, Kecamatan Menukung, Kabupaten Melawi. Seorang warga mengaku harus menunggu cukup lama untuk mendapatkan pelayanan."dugaan kelalaian tersebut, Selasa 21/7/2026


Dalam video yang beredar, sejumlah petugas diduga terlihat berkumpul dan mengobrol di satu meja, sehingga memunculkan anggapan dari masyarakat bahwa pasien yang datang tidak segera dilayani. Keluhan tersebut pun ramai menjadi perhatian publik.


Salah satu warga menukung Mengeluh dalam postingan Vidio yang telah beredar di media sosial mengatakan Standar pelayanan yang lambat di Pukesmas Menukung.


Warga tersebut kesal lantaran tidak kunjung dipanggil untuk mendapatkan pelayanan, padahal kondisi poli tengah kosong dan pasien sudah lama menunggu katanya 


Warga tersebut, salah seorang pasien mengatakan, saat mendapatkan nomor antrian dan penyerahan berkas perobatan, ia menunggu cukup lama katanya dari jam 9 wib namaun tidak dipanggil untuk mendapatkan pelayan."katanya.Abd

Personel Polres Landak Ikuti Binrohtal, Perkuat Integritas dan Pelayanan Humanis

By On Juli 09, 2026


Cybernews.id - Landak. 

Personel Polres Landak melaksanakan kegiatan Pembinaan Rohani dan Mental (Binrohtal) bagi personel yang beragama Islam, Kristen, dan Katolik pada Kamis (9/7/2026) pukul 08.00 WIB. Kegiatan ini menjadi agenda rutin dalam upaya memperkuat keimanan, integritas, dan mental personel dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.


Kegiatan Binrohtal dilaksanakan di dua lokasi berbeda. Bagi personel yang beragama Islam, pembinaan berlangsung di Balai Kemitraan Polisi Masyarakat (BKPM) Polres Landak dan diisi oleh Ustaz M. Iqbal Batubara. Sementara itu, personel yang beragama Kristen dan Katolik mengikuti kegiatan di Gereja St. Ignatius Loyola Polres Landak.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakapolres Landak KOMPOL Syaiful Bahri, S.I.P., M.Sos., beserta para Pejabat Utama Polres Landak dan diikuti personel sesuai agama masing-masing dengan penuh khidmat.


Melalui kegiatan ini, Polres Landak berharap seluruh personel memiliki keteguhan iman, mental yang kuat, serta mampu mengimplementasikan nilai-nilai moral dan etika dalam setiap pelaksanaan tugas kepolisian.


Kapolres Landak AKBP Devi Ariantari, S.H., S.I.K., mengatakan bahwa pembinaan rohani dan mental merupakan salah satu fondasi penting dalam membentuk karakter personel Polri yang profesional, berintegritas, dan humanis.


"Binrohtal bukan hanya menjadi kegiatan rutin, tetapi juga sebagai sarana untuk memperkuat keimanan dan ketakwaan seluruh personel. Dengan bekal spiritual yang baik, kami berharap setiap anggota mampu menjalankan tugas dengan penuh kejujuran, tanggung jawab, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," ujar AKBP Devi Ariantari.


Ia menambahkan bahwa keseimbangan antara kemampuan profesional dan pembinaan mental spiritual menjadi modal utama dalam mewujudkan Polri yang Presisi dan semakin dipercaya masyarakat.


"Kami ingin seluruh personel memiliki mental yang tangguh, sikap yang humanis, serta senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai moral dalam setiap pelaksanaan tugas. Dengan demikian, kehadiran Polri benar-benar dapat memberikan rasa aman, nyaman, dan menjadi solusi bagi masyarakat," tutup Kapolres.


Penulis : Humas Polres Landak

Editor : mit.