Cybernews.id - Melawi - Kalbar
Memasuki musim kemarau, Masyarakat Dusun Sulup, Desa Ulak Muid Kecamatan Tanah Pinoh Barat, Kabupaten Melawi, mulai melakukan kegiatan pembakaran lahan sebagai dari tradisi (Perladangan Tradisional) yang telah dilakukan turun menurun.
Kegiatan tersebut dilakukan karena kondisi lahan yang telah dibuka sebelumnya, kini sudah mengering secara optimal, menandakan waktu yang tepat untuk pembakaran lahan ladang.pembajaran ladang dilakukan dengan tetap memperhatikan arah angin, kelembapan udara, serta menjaga batas lahan agar tidak meluas ke area hutan atau ladang milik orang lain.
Salah satu warga Dusun Sulup, Desa Ulak Muid Kecamatan Tanah Pinoh Barat, Alek Sanderia sebagai Tokoh Masyarakat sekaligus Sekretaris Umum DAD Kecamatan Tanah Pinoh Barat menyampaikan Tradisi membakar lahan ini bukan sekedar rutinitas, tetapi merupakan bagian dari hidup masyarakat Dayak di beberapa komunitas adat lainnya di pedalaman Kalimantan khususnya didaerah Dusun Sulup."jelasnya.
"Setelah lahan di bakar dan abu menyatu dengan tanah, lahan akan digunakan untuk menanam pangan seperti padi, jagung,dan sayuran.
Lebih lanjut Alek Sanderia menyampaikan miskipun kegiatan ini merupakan bagian dari budaya, masyarakat tetap berhati hati dan bertanggung jawab agar tidak menimbulkan kebakaran hutan yang meluas.
Alek Sanderia bersama Masyarakat, Dusun Sulup Permai,Desa Ulak Muid Kecamatan Tanah Pinoh Barat, membakar ladang dengan penjagaan ketat menggunakan peralatan manual, hal ini bentuk kehati hatian dan kewaspadaan dalam menjaga lahan orang lain maupun hak milik pribadi, bentuk kekompakan dan kebersamaan inilah turun temurun sampai saat ini yang masyarakat petani lakukan, setelah membakar ladang bukan Lansung di tinggal pulang begitu saja namun terkadang sampai malam pulang untuk memastikan api benar benar padam, serta Alek Sanderia menghimbau dan mengajak agar selalu berhati hati dan waspada terhadap kebakaran." Jelasnya.Abd.
« Prev Post
Next Post »
