Cybernews.id- Sintang - Kalbar.
Dedikasi seorang guru di pedalaman masih terus berlanjut meski dengan segala keterbatasan. Di Desa Sirang Setambang, Kecamatan Sepauk, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, _Pak Salim_ telah puluhan tahun mengabdi sebagai pendidik di _SDN 20 SP 2 SKPH Manis Raya, Kecamatan Sepauk, Kabupaten Sintang_.
Rumah kayu tempat tinggal Pak Salim juga berdiri di lokasi yang sama. Rumah tersebut dibangun sekitar tahun 1980-an, bertepatan dengan masuknya program transmigrasi ke Kalimantan Barat.
Berdasarkan dokumentasi pada Rabu, 29 Juli 2026 pukul 07.32 WIB, kondisi rumah guru tersebut kini sangat memprihatinkan. Kayu sudah lapuk, bagian atap bocor, dan secara keseluruhan sudah tidak layak huni.
"Saya sudah lama mengajar di SDN 20 SP 2 SKPH Manis Raya sini. Rumah ini juga sudah dari tahun 80-an, waktu transmigrasi pertama masuk," ujar Pak Salim saat ditemui awak media di kediamannya.
Selain masalah rumah, Pak Salim juga menghadapi kendala administrasi. _Hingga saat ini beliau belum memiliki SKPH_ sehingga hak-hak sebagai tenaga pendidik belum sepenuhnya diterima. Padahal pengabdiannya sudah puluhan tahun.
Sekali lagi, rumah yang ditempati seorang guru yang sudah lama mengabdi ini benar-benar sudah tidak layak lagi. Bayangkan, rumah itu sudah berdiri sejak zaman transmigrasi masuk ke Kalimantan Barat di tahun 1980-an.
Sebagai garda terdepan pendidikan di wilayah transmigrasi, pengabdian Pak Salim patut diapresiasi. Namun kondisi rumah dinas yang rusak parah dan status kepegawaian yang belum jelas membuat aktivitas sehari-hari menjadi tidak nyaman dan berisiko.
"Kami mohon perhatian dari pemerintah daerah dan dinas terkait. Rumah ini sudah puluhan tahun dan sekarang sudah tidak layak ditempati. Tolong dibantu perbaiki atau dibangunkan rumah dinas yang baru. Sekalian urus juga SKPH saya biar jelas statusnya," harap Pak Salim.
Keberadaan guru seperti Pak Salim adalah bukti nyata semangat mencerdaskan anak bangsa di daerah 3T. Sudah selayaknya kesejahteraan, kepastian status, dan kelayakan tempat tinggal para pendidik menjadi perhatian serius pemerintah.
( Hamki / Mit)
You are reading the newest post
Next Post »
