Proyek KCI Berhenti ,Warga Manis Raya Mengeluhkan Jalan Berdebu

 


Cybernews.id - Sintang - Kalbar. 2

Kira kira 1 Kilo 700 Meter Jalan Hamparan Batu Dari Ujung SP1 Manis Raya Belum Di Aspal & Belum Dipadatkan Jadi Sumber Debu Saat Kemarau Panjang_


Proyek peningkatan jalan oleh _PT KCI_ di _Desa Manis Raya, Kecamatan Sepauk, Kabupaten Sintang_ _berhenti beroperasi sejak Rabu, 15 Juli 2026_. Hingga saat ini, tidak ada aktivitas alat berat maupun pekerja di lapangan.


Penyebabnya apa? Warga pun tidak tahu.  

Tidak ada pemberitahuan resmi dari pihak _KCI_ kepada masyarakat. Proyek tiba-tiba vakum, padahal kondisi jalan masih berupa tanah dan kerikil.


_Titik rawan:_  

Kira kira _1 Kilo 700 Meter_ hamparan batu dari ujung SP1 Manis Raya belum diaspal & belum dipadatkan.  

Menurut warga yang tiap hari melintas, sekitar _kira kira 1 kilo 700 meter ruas jalan mulai dari ujung SP1 Manis Raya_ baru dihampar batu, tapi _belum diaspal dan belum dipadatkan sama sekali_. Apalagi sekarang sedang _kemarau panjang_.  

Begitu ada truk sawit, truk karet, atau motor lewat, debu batunya langsung naik tinggi.


_Yang jadi korban: warga dan anak sekolah_  

Justru setelah berhenti tanggal _15 Juli 2026_, dampaknya makin terasa. Kendaraan tetap melintas di atas badan jalan yang belum stabil dan belum diaspal itu.


Jalan ini adalah jalur utama di Sepauk. Setiap hari dilalui:  

_Anak-anak sekolah_ dari _Serang Setambang & Buluh Kuning_ menuju SMP, SMA, dan SMK Gernis  

_Mobil warga_ untuk belanja ke Manis Raya, Sepauk, hingga Sintang  

_Truk pengangkut hasil bumi_


Akibatnya, debu batu beterbangan sangat tinggi. Dokumentasi warga menunjukkan jarak pandang hanya ±40 meter.


"Proyeknya berhenti sendiri sejak tanggal _15 Juli 2026_ entah kenapa. Yang jelas kami tiap hari hirup debunya. Masuk mulut, masuk mata. Apalagi sekarang kemarau, _kira kira 1 kilo 700 meter_ dari ujung SP1 yang belum diaspal itu debunya minta ampun" ujar warga yang enggan disebut namanya.


_Dampak yang dirasakan warga:_  

_Kesehatan Terancam_: Debu berisiko ISPA bagi pelajar dan warga sekitar  

_Keselamatan_: Jarak pandang berkurang, rawan kecelakaan. Tidak ada rambu peringatan dari awal proyek  

_Kerusakan_: Kendaraan warga cepat rusak karena jalan berdebu, tidak stabil, dan belum diaspal


Hingga berita ini diturunkan, belum ada upaya _penyiraman_, _pengerasan darurat_, maupun penjelasan dari _pihak KCI_ terkait penghentian dan kelanjutan proyek.


_Tuntutan Warga:_  

Warga mendesak _PT KCI_ dan _Pemkab Sintang_ segera turun. Minimal:  

Beri kepastian: proyek lanjut atau tidak  

Lakukan _penyiraman rutin_ dan _pengerasan darurat_ di _kira kira 1 kilo 700 meter_ titik rawan dari ujung SP1 Manis Raya yang belum diaspal itu demi keselamatan pengguna jalan, terutama anak-anak sekolah ( Hmk / mt) 





Previous
« Prev Post