Cybernews.id - Melawi - Kalbar
Pemasangan Pita Kejut akrap di bilang warga Polisi tidur berbahan karet di Jalan Provinsi, di Wilayah Pinoh Kota, Kecamatan Nanga Pinoh Kabupaten Melawi, Menuai kontroversi dan sorotan publik, dan Warga pengguna jalan melalui tanggul tersebut di karenakan Pakunya timbul diduga tidak sesuai setandar, sehingga berpotensi membahayakan keselamatan pengendara.
Dan juga telah viral ocehan warga melawi di Media sosial, serta sejumlah kendaraan yang telah jadi korban terkena jaringan Paku mengakibatkan Ban Motor dan Ban Mobil pecah, dan banyak warga Melawi mengeluh dampaknya terhadap kelancaran lalu lintas, termasuk potensi kemacetan Ban Motor.
Mul Warga Pinoh Mewakili warga Penguna jalan mengatakan saptu 16/5/2026 minta terkait pemasangan Pita kejut tersebut coba di kaji ulang bagai mana perencanaannya yang terbaik buat kita semua, tidak merugikan warga pengguna jalan."pintanya.
Jujur warga sangat bersukur adanya pemasangan Pita kejut dari Dinas terkait, tapi diduga, lagi ada kesalahan perencanaan dan tehnis pengerjaan di lapangan jadi membuat warga pengguna jalan kesal dan menimbulkan kerugian.
Menyikapi pemasangan Pita kejut akrap di bilang warga Polisi Tidur, bahwa pemasangan dilakukan sebagai upaya pengendalian kecelakaan dikawasan rawan kecelakaan, Khususnya di depan sekolah dan fasilitas Vital, Warga sangat setuju boleh dikatakan seratus persen (100%) mendukung. Namun diduga warga pengguna jalan kegiatan tersebut masih kurang maksimal, perencanaan dari Dinas terkait. Serta masih menjadi perdebatan warga di media sosial.
Hingga kini, polemik pemasangan Pita Kejut/Polisi Tidur di jalan Provinsi Pinoh Kota terus menjadi perbincangan masyarakat. Warga minta tolong di kaji ulang oleh pihak Dinas Perhubungan, terkait pemasangan Pita Kejut demi kenyamanan dan keselamatan warga pengguna jalan."pintanya.Abd.
« Prev Post
Next Post »

