Cybernews.id, ACEH TAMIANG | Satuan Tugas (Satgas) Pangan Tani Merdeka Indonesia wilayah Aceh Tamiang memberikan perhatian serius terhadap kondisi sektor pertanian setelah musibah banjir yang melanda kawasan kita. Melalui wakil ketua satgas pangan, Sertu Giman, Satgas menekankan perlunya langkah konkret dari pihak terkait untuk menyelamatkan mata pencaharian para petani.
Dalam peninjauan langsung di beberapa titik lahan pertanian yang terdampak, Sertu Giman menyatakan bahwa kerusakan infrastruktur tani dan gagal panen menjadi ancaman nyata bagi ketahanan pangan lokal jika tidak segera ditangani.
Sertu Giman menggarisbawahi bahwa kunci utama keberhasilan pemulihan (recovery) ekonomi petani terletak pada validitas data. Beliau berharap proses inventarisasi kerugian dilakukan tanpa menunda waktu.
"Kami sangat berharap pendataan terhadap lahan yang terdampak banjir dilakukan secara cepat dan tepat sasaran. Jangan ada petani yang terlewatkan, agar bantuan atau program pemulihan nantinya benar-benar sampai kepada mereka yang membutuhkan," ujar Sertu Giman.
Selain pendataan, Satgas Pangan Tani Merdeka mendorong adanya program pasca-banjir yang terintegrasi, meliputi:
Distribusi Bibit Unggul: Mengganti tanaman yang rusak akibat rendaman air.
Bantuan Pupuk dan Alsin: Membantu petani memulai kembali masa tanam dengan modal yang minim.
Rehabilitasi Irigasi: Memperbaiki saluran air yang rusak atau tersumbat material banjir.
"Waktu sangat berharga bagi petani. Jika masa tanam tertunda terlalu lama, dampaknya akan meluas ke stabilitas harga pangan di pasar. Kita harus bergerak serentak untuk memastikan sektor pertanian Aceh Tamiang bangkit kembali," tambahnya.
Satgas Pangan Tani Merdeka Indonesia Aceh Tamiang berkomitmen untuk terus mengawal proses ini dan bersinergi dengan pemerintah daerah serta instansi terkait demi kesejahteraan petani di Aceh Tamiang. (Muddin/Red)
You are reading the newest post
Next Post »
