Cybernews.id - Landak - Kalbar.
Personel PAMAPTA I (Satu) Polres Landak yang dipimpin langsung oleh Ipda Eko Wijaya, S.H., M.Kn., melaksanakan pemantauan debit air di Sungai Landak, Minggu (11/1/2026). Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi banjir akibat meningkatnya curah hujan dalam beberapa hari terakhir.
Pemantauan dilakukan dengan menyusuri aliran Sungai Landak menggunakan perahu motor, bersama Palang Merah Indonesia (PMI), BPBD Kabupaten Landak, serta Dinas PUPR. Kolaborasi lintas instansi ini bertujuan untuk memastikan kondisi sungai dan lingkungan sekitar tetap aman serta menyiapkan langkah cepat apabila terjadi kondisi darurat.
Kapolres Landak AKBP Devi Ariantari, S.H., S.I.K., melalui PAMAPTA I (Satu) Ipda Eko Wijaya, S.H., M.Kn., menjelaskan bahwa kegiatan pemantauan ini merupakan bagian dari upaya Polres Landak dalam menjaga keselamatan masyarakat, khususnya warga yang bermukim di bantaran Sungai Landak.
“Pemantauan debit air ini kami lakukan secara berkala untuk mengetahui perkembangan situasi di lapangan. Dengan sinergi bersama PMI, BPBD, dan PUPR, kami berharap dapat mengambil langkah cepat dan tepat apabila terjadi peningkatan debit air yang berpotensi menimbulkan banjir,” jelas Ipda Eko Wijaya.
Lebih lanjut Pamapta menambahkan, hasil pemantauan sementara menunjukkan debit air Sungai Landak mengalami peningkatan, namun masih dalam batas aman. Meski demikian, pihaknya tetap meningkatkan kewaspadaan dan terus melakukan koordinasi dengan instansi terkait serta pemerintah setempat.
“Kami tidak ingin lengah. Kesiapsiagaan personel dan peralatan terus kami pastikan siap digunakan kapan saja,” tambahnya.
Pamapta juga berpesan kepada warga agar tetap waspada terhadap perubahan cuaca, khususnya masyarakat yang tinggal di sekitar aliran sungai. Warga diimbau untuk segera melaporkan kepada pihak kepolisian atau aparat desa apabila melihat tanda-tanda kenaikan air yang signifikan atau kondisi darurat lainnya.
“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keselamatan, tidak melakukan aktivitas berisiko di sungai, serta selalu mengikuti informasi resmi dari pihak berwenang,” tutup Ipda Eko Wijaya.
Kegiatan pemantauan ini diharapkan dapat memberikan rasa aman kepada masyarakat serta menjadi langkah preventif dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi di wilayah Kabupaten Landak.
Penulis : heri humas.
Editor : mit.
You are reading the newest post
Next Post »
