HEADLINE NEWS

Kapolres Sintang AKBP Tommy Ferdian menjadi khatib Shalat Idul Fitri di Masjid Al-Amin Sintang




Cybernews.id - Sintang - Kalbar. 

Kapolres Sintang AKBP Tommy Ferdian ditunjuk menjadi khatib pada pelaksanaan Shalat Idul Fitri yang digelar pada 1 Syawal 1444H di Masjid Al-Amin Sintang, Sabtu (22/4).


AKBP Tommy Ferdian sendiri pada tahun sebelumnya juga sempat ditunjuk sebagai Khatib saat ibadah Shalat Idul Fitri, menurutnya mendapatkan amanah sebagai khatib ibadah pada hari besar islam tersebut merupakan suatu hal yang membawa kebanggaan tersendiri bagi dirinya.





Mengenakan seragam Kepolisian lengkap dihadapan para Jemaah Shalat Idul Fitri, kali ini Kapolres Sintang membawakan ceramah dengan bertemakan “*Pesan persaudaraan di hari Lebaran*”,   


Dalam ceramahnya AKBP Tommy Ferdian menyampaikan Ungkapan rasa syukur kita karena pada detik ini kita masih di hidupkan dan diberikan umur panjang oleh Allah SWT, sehingga bisa melaksanakan puasa sebulan penuh dan berjumpa dengan hari raya Idul Fitri 1444H. Mudah – mudahan setelah kita menunaikan ibadah puasa kita akan mendapatkan predikat taqwa yang menjadi orientasi utama dalam rukun Islam yang ke empat. 


Sebagai Khatib saya berpesan “Marilah kita meningkatkan taqwa yang sesungguhnya untuk bekal kehidupan di dunia maupun  diakhirat”. Puasa telah kita tunaikan sebulan penuh dengan rasa ketaatan yang mendalam kepada Allah SWT, tujuan berpuasa ini telah ditegaskan oleh Allah SWT dalam Al-Quran Surat Al Baqarah ayat 183 yang memiliki makna “Hai orang – orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang – orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa. Namun sebagaimana dalam hadis yang dijelaskan dalam kitab Hasyiyah Jamal syekh zakaria al anshari menyampaikan sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bahwa “amal kebaikan dan pahala puasa Ramadhan umat musllim akan ditangguhkannya sampai umat muslim itu mengeluarkan zakat fitrah” dan dalam kitabnya disebutkan puasa pada bulan Ramadhan digantungkan antara langit dan bumi tidak diangkat pada Allah kecuali menunaikan zakat fitrah. 


Predikat taqwa yang diraih seseorang dalam berpuasa harus diperkuat lagi dengan kewajiban menunaikan zakat fitrah di akhir bulan Ramadhan karna kalau tidak di tunaikan maka amal Ramadhan masih digantung antara langit dan bumi. Semoga kita semua telah menunaikan zakat fitrah tersebut tanpa ada yang lalai. Jika direnungkan lebih dalam kedua ibadah ini yakni puasa dan zakat memiliki tujuan yang mulia bukan hanya berdimensi vertikal sebagai penghambaan kepada Allah namun juga berdimensi horizontal yakni hubungan dengan sesama manusia. Kedua ibadah ini memiliki dimensi sosial dan mampu menjadikan kuatnya persaudaraan antar sesama dalam kehidupan sehari – hari dimasyarakat. Dimensi sosial dari ibadah puasa bias kita lihat dari wujud kesadaran kita ikut merasakan kepedihan yang dirasakan banyak orang akibat tidak bisa makan dan minum melalui ibadah puasa kita di ajarkan bagaimana rahasanya haus dan lapar sehingga diharapkan akan tumbuh jiwa-jiwa yang saling tenggang rasa dan saling membantu. Dalam ibadah puasa kita juga diajarkan menahan nafsu dan keinginan. 


Ramadhan mengajarkan kepada kita untuk menjadi jiwa-jiwa yang luhur dan tidak mudah menyakiti orang lain, hal ini dilakukan dengan mempuasakan seluruh  anggota tubuh, pikiran dan hati kita. Lidah harus di puasakan dari berbicara yang tidak bermanfaat, melakukan kebohongan, menggunjing, mengumpat, berkata buruk, dan menebar permusuhan serta manzalimi orang lain. Tangan harus dipuasakan dari berlaku zalim kepada orang lain, mengambil hak orang lain, dan tindakan yang merugikan orang lain. Dengan demikian maka pasca Ramadhan dipastikan akan tumbuh kedamaian dan persaudaraan yang kokoh dengan orang lain. Semoga kita tidak menjadi orang yang tidak mendapatkan apa-apa dari puasa sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam “Betapa banyak orang berpuasa tapi tidak mendapat secuil apapun dari kuasanya kecuali hanya lapar dan haus. 


Sementara dimesi sosial dari zakat bisa kita lihat dari semangat kaum muslimin dalam mengeluarkan zakat di akhir Ramadhan untuk berbagi kepada yang berhak menerimanya yang akan menumbuhkan kecintaan pada sesama. 


Untuk lebih menguatkan persaudaraan yang dihasilkan dari ibadah zakat dan puasa ini mari kita juga perkuat semangat persaudaraan, tingkatkan toleransi beragama, toleransi sesama pemeluk agama, meningkatkan saling menghargai dan menghormati dengan cara terus melakukan silaturahmi demi terwujudnya persatuan dan kesatuan. 


Perkembangan tekhnologi saat ini mampu menjadi solusi dan sarana untuk memperkuat persaudaraan tanpa batas waktu dan tempat media internet dan media sosial seharusnya di manfaatkan untuk hal-hal positif seperti menjadi ajang silaturahmi memperkuat persaudaraan tukar menukar inspirasi dan informasi dan hal-hal penting serta bermanfaat lainnya. Fenomena yang terjadi malah terbalik dimana media sosial menjadi ajang perpecahan, hoax, fitnah caci maki. Padahal tidak ada agama di dunia ini yang membenarkan perilaku itu semua. Mari kita perkuat silaturahmi untuk menumbuhkan sikap saling pengertian. Jika kita kehilangan sikap saling pengertian maka kita akan merasa paling benar sendiri dan menganggap orang lain salah, inilah kemudian yang memunculkan sifat intoleran yang jika dibiarkan akan memunculkan sikap radikal, ekstrim dan berujung kepada tega menyakiti orang lain seperti sikap para teroris. 


Silaturahmi akan memunculkan silatulfikri yakni menyamakan dan menguatkan pemikiran, ide and gagasan sehingga akan memenuhi titik temu kesepakatan. Silatulfikri kemudian akan memunculkan silatulruh yakni hubungan spiritual dan jiwa antar sesama manusia yang akan semakin mengokohkan persatuan dan kesatuan dalam masyarakat. Silatulruh akan mewujudkan pesan Al-Quran “Dan kami tidak mengutus engkau Muhammad melainkan untuk untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam. 


Mengakhiri Khutbah ini marilah kita berdoa memohon kepada Allah SWT mengakui segala kekurangan dan kelemahan sembari memohon ampun dan taubat atas segala dosa dan kesalahan yang kita lakukan di masa yang lalu.  


Lebih lanjut ia berharap kepada masyarakat untuk membantu Kepolisian dalam mewujudkan Kamtibmas yang kondusif terlebih ditengah perayaan Idul Fitri 1444H saat ini.(Hum/ red) 


Previous
« Prev Post