BUPATI  DAMPINGI KUNKER PENGURUS HKTI PUSAT DI KAB. SINTANG

By On Oktober 03, 2019


Cybernews.id - Sintang .
Bupati Sintang dr. H. Jarot Winarno, M.Med. PH mendampingi kunjungan kerja Pengurus Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) pusat yang terdiri dari Dewan Pakar DPN HKTI Winston Pardamean Simanjutak, Wakil Sekretaris Jendral HKTI Arif Rahman serta Ketua HKTI Kalbar Edi Suyanto.

Kehadiran para pengurus HKTI tersebut untuk menghadiri kegiatan launching buah lokal agropolitan Al Ma’rif di Kebun Jambu Kristal dan Belimbing Desa Ransi, Kecamatan Tebelian, Rabu (2/10/19) siang, yang sekaligus juga rombongan berdialog bersama petani buah di Kecamatan Sui Tebelian dan juga penanaman bibit kurma oleh Bupati Sintang dan Dewan Pakar HKTI.

Launching buah lokal agropolitan al ma’rif ini di tandai dengan pemetikan buah belimbing oleh Dewan Pakar HKTI Winston Pardamean Simanjutak.
Hadir juga pada acara tersebut, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan dan jajarannya, pengurus Ponpes Agropolitan Nurul Ma’arif Sintang, para petani di Kecamatan Tebelian dan tamu undangan lainnya.

Dialog yang di pimping langsung Bupati Sintang Jarot Winarno itu berlangsung sekitar 30 menit, sehingga menjadi kesempatan para petani untuk menyampaikan keluhan dan masalah yang di alami sebagai petani buah. Wandi salah satu petani buah di Kecamatan Sui Tebelian mengatakan untuk buah jeruk dan langsat di Kabupaten Sintang ini harus mendatangkan dari sambas dan Pontianak, padahal ia memiliki perkebunan jeruk yang cukup potensial karena jeruk yang ia tanam selam 2 tahun sudah menghasilkan buah, namun dirinya bingung untuk memasarkannya kemana, sehingga ia meminta pemerintah daerah untuk membantu proses pemasarannya, selain itu juga ia meminta bantuan pupuk dari pemerintah daerah.

“ini sebenarnya potensi di daerah kita pak, yang penting dari HKTI dan pemerintah daerah membimbing melalui pelatihan, proses pemasaranya seperti apa, dan juga mohon bantuan pupuk dan lainnya”ungkap Wandi.

Hal yang sama juga di ungkapkan Sugiarto salah satu pengurus Koperasi di Wilayah Tebelian dan Tempunak yang membawahi 12 koperasi berbadan hukum, 278 kelompok tani dan 19 desa, menyampaikan bahwa perkebunan jambu kristal dan belimbing di kebun milik Al Ma’rif I ini merupakan contoh, karena di pedesaan yang lain banyak para petani buah dan sebagainya, namun masih bingung untuk memasarkankannya, pasar yang menjajikan bagi petani itu dimana harusnya, karena kalau tidak ada pasar maka secara perlahan para petani akan mundur, tapi kalau ada pasar maka petani akan teransang untuk mengembangkan hasil pertanian atau perkebunannya, terlebih di Kabupaten Sintang ini banyak potensi yang bisa di kembangkan.

“kemudian petani-petani di sini juga menanam sawit dan karet, saya liat sawitnya sudah umur 22 tahun, karetnya kurang lebih udah 30 tahun, ini perlu peremajaan, mohon pemikirannya terutama dari HKTI untuk bisa menampung aspirasi petani, karena tidak lama lagi sawit dan karet itu akan di tebang dan di tanam kembali, otomatis akan terjadi penurunan ekonomi”ungkap Sugiarto.

Untuk itulah Sugiarto berharap pemerintah daerah bisa mengarahkan perbankkan yang bisa menyalurkan modal kepada para petani atau bermintra dengan pihak perbankkan terlebih juga untuk mengurus sawit dan karet itu memerlukan modal yang tidak sedikit, sehingga perekonomian di wilayah pedesaan dah Kabupaten Sintang umumnya bisa berjalan dengan lancar.
Mastur Efendy petani hortikultura dan kakau dari Desa Merarai Satu ini menyampaikan bahwa untuk komoditi kakau sangat potensial untuk di kembangkan di Kabupaten Sintang, karena komiditi kakau ini menjadi salah satu komiditi alternative para petani di Desa Merarai Satu selain sawit dan karet.

“oleh karena itulah pak, kami meminta bantuan tentang pengetahuan budidaya kakau dan proses pengolahannya pasca panen dan juga butuh bantuan pendanaan bagi kelompok tani, karena sangat minim pendanaan”kata Mastur.

Bupati Sintang Jarot Winarno menanggapi hal yang di sampaikan oleh Sugiarto terkait Sawit dan Karet, bahwa kata Jarot sawit yang paling tertua di Kabupaten Sintang ini di tanam 23 tahun yang lalu, 2 tahun lagi sudah harus di replanting atau sudah di tanah kembali. Kemudian lanjut Jarot saat ini sudah di data 1.470 hektar untuk di replanting dengan menggunakan dana dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP). “nah itu 1.470 hektar sudah di usulkan, tinggal menunggau nanti peninjauan departemen pertanian dan perkebunan kalau di acc ya sudah nanti di bantu perheratnya itu 25juta rupiah untuk replantik”terang Jarot.

Sementara untuk karet ujar Jarot belum di usulkan, tetapi ada salah satu investor yang mau membangun pubrik finger joint dengan menggunakan bahan dari pohon karet yang tua. Karena luasan perkebunan karet yang harus di replanting di Kabupaten Sintang ini kalau di total sekitar 9.000 hektar.

“kalau itu kita tebang untuk bikin aspal atau yang lain, tidak terlalu bernilai, jadi kalau di tebang tu pohon karet harus nilainya tinggi, mudah-mudahanlah HKTI bisa bikin pubrik finger joinnya kita bantulah proses perizinannya nda lama, karena yang  mao investor ni dari luarnegeri, otomatis hasilnya akan di ekspor juga”kata Jarot.

Terkait pendampingan bagi para petani, Jarot mengatakan akan di lakukan melalui Dinas Pertanian dan perkebunan dan juga HKTI Kabupaten Sintang.

Sementara itu Dewan Pakar DPN HKTI Winston Pardamean Simanjutak, setelah mendengarkan sejumlah hal yang di sampaikan oleh para petani, meminta Pemerintah Kabupaten Sintang membuat pemetaan dan perencanaan program  seperti hasilnya apa saja dan apa yang mau dikembangkan, agar HKTI pusat membuat suatu program dalam rangka mendukung upaya dan kegiatan yang di lakukan Pemkab Sintang.

“sehingga kita siapkan sumberdaya pembimbing, nanti kita koordinasikan dengan menteri pertanian tentang pupuk dan bibit, saya minta pemetaan itu tergambarkan. Missal di sintang ini buah-buahan yang bagus ini, produksinya sekian, sehingga nanti kita arahkan perusahaan apa yang mau mengembangkan ini, siapa-siapa yang mau mengambil dengan harga yang tentunya petani di untungkan, sehingga kestabilan harga itu terjaga”kata Winston.

Untuk itulah lanjut Winston perlu kerjasama dari Kabupaten melalui pemetaan dan pengembangannya komoditi yang potensial itu apa saja. Agar adanya ketertarikan dari para produsen sehingga kontinyuitas itu di perlukan. “sebab kalau kita jual seperti jambu misalnya saiangannya terlalu banyak, tapi bagaiman kita menciptakan dari jambu itu kita buat apa, diolah makanan kemasan, apakah bisa di oleh untuk alat kecantikan juga dan sebagainya”ujar Winston.

Selain itu juga sebagai contoh kata Winston, yakni kelapa sawit yang di replanting bukannya hanya untuk di bakar, tapi bisa di manfaatkan untuk yang lain, terlebih dengan teknologi sekarang yang tinggi. Hanya memang di perlukan pemetaan dan uji kekuatan bahan-bahan itu, sebab di perlukan oleh Negara Korea dan Jepang cukup banyak. Demikian juga Karet, kata Winston yang tidak hanya bisa di fungsikan untuk furniture saja, tapi yang lainnya juga, terlebih teknologi canggih seperti saat ini barang bekas saja bisa diolah, seperti sampah yang di kelola menjadi energy.

“saya punya teman orang korea, mencari batang sawit itu  bisa diolah mereka menjadi bahan bakar yang nanti dipadatkan hasilnya.”ujar Winston.

Usai menghadiri kegiatan di Desa Ransi Kecamatan Sui Tebelian, Bupati Sintang dr. H. Jarot Winarno, M. Med.PH bersama pengurus HKTI pusat melanjutkan kunjungan kerjanya ke Desa Pelimping, Kecamatan Kelam Permai, untuk melauching Langkau Tani “Centre Edukasi Petani Terpadu” (CEPT) kemudian dilanjut dialog bersama para petani serta penanaman bibit teh oleh Bupati, pengurus HKTI dan Tim Solidaridad, dan kemudian di lanjutkan meninjau kebun pembibitan teh di komplek Rumah Kopi, Desa Kebong, Kelam Permai.
                    (Hms/Mit)

Spesialis Jantung Rumkit TK. II/KH Kesdam XII/i NaraTpr sebagai sumber Dialog Interaktif Derap TNI

By On Agustus 22, 2019




Cybernews.id - Pontianak .
Kamis (22/8/19) - Kepala Kesehatan Kodam XII/Tanjungpura, Kolonel Ckm dr. Sebastian Agustinus Budijono, M.Kes diwakili Dokter Spesialis Jantung-Pembuluh Darah Rumkit Tingkat II Kartika Husada Kesdam XII/Tpr, dr. Eldi Jimmy Saragih, Sp.JP, menjadi narasumber pada acara dialog interaktif Derap TNI di LPP RRI Pontianak, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Pontianak. Dengan tema,'Deteksi Gangguan Jantung'.

dr. Eldi Jimmy Saragih, Sp.JP, dalam dialog menyampaikan, sampai saat ini penyakit jantung masih merupakan penyakit yang menakutkan dan masih menjadi ancaman bagi prajurit dan masyarakat. Disamping kejadian yang sering timbul tiba-tiba, biaya perawatan tinggi, juga menyebabkan penurunan kualitas hidup. WHO melaporkan empat dari lima kematian kardiovaskular disebabkan serangan jantung dan stroke.

Disampaikan juga, terdapat beragam kelainan jantung, antara lain : Penyakit jantung koroner (Penyakit jantung iskemik : penyempitan pembuluh darah jantung; keadaan yang sering menyebabkan serangan jantung dan kematian mendadak), Penyakit katup (klep) jantung, Penyakit jantung bawaan (kongenital, berupa jantung bocor), Penyakit jantung hipertensi, Penyakit pembuluh darah (seperti : Periperal arterial disease, DVT, Diseksi aorta), Hipertensi pulmonal, Penyakit jantung infeksi (penyakit jantung rematik, infeksi selaput dan otot jantung), Gangguan irama/listrik jantung, Gagal jantung (Jantung bengkak), dan lain-lain.

"Gejala penyakit jantung dapat berupa
nyeri dada, pembengkakan, rasa lelah, sesak, palpitasi dan sinkope, ini merupakan keluhan yang sering dialami pada penderita kelainan jantung," jelasnya.

Untuk diketahui seseorang menderita penyakit jantung diperlukan pemeriksaan dan penegakan penyakit jantung diawali dengan anamnesis keluhan yang berhubungan dengan gangguan jantung. Riwayat penyakit yang pernah dialami dan juga faktor resiko, berupa : Darah tinggi, merokok, diabetes mellitus (sakit gula), hiperkolesterolemia, kebiasaan olahraga atau aktivitas fisik rendah/kurang, konsumsi alkohol serta riwayat penyakit jantung dalam keluarga.

"Penyakit jantung yang disebabkan oleh kelainan tidak dapat dicegah. Namun demikian, banyak jenis penyakit ini dapat dicegah oleh prajurit dan masyarakat umum, dengan menjalani pola hidup sehat seperti tidak merokok, rutin olahraga, konsumsi makanan sehat, menjaga berat badan ideal dan menghindari stres," pungkas dr. Eldi Jimmy Saragih, Sp.JP. (Pendam XII/Tpr) (Mith)

Bupati Sintang Dampingi Gubernur Kalimantan Barat ,Lanjutkan Kunkernya Kunjungi Rumah Sakit Ade Muhammad Djoen Sintang dan Rusunawa Jalan YC Oevang Oeray

By On Januari 25, 2019


Cyber88News, Gubernur Kalimantan Barat H. Sutarmidji didampingi Bupati Sintang dr H. Jarot Winarno mengunjungi Rumah Sakit Ade Muhammad Djoen Sintang dan Rusunawa di Jalan YC Oevang Oeray pada Jumat, 25 Januari 2019. Rombongan Gubernur dan Bupati Sintang langsung diterima Direktur RSUD AM Djoen Sintang dr Rosa Trifina dan jajarannya. 
Saat mengunjungi RSUD AM Djoen Sintang tersebut, Gubernur Kalbar meninjau dan berkeliling melihat beberapa ruangan poli, meninjau rencana pembangunan gedung untuk rawat inap dan rumah susun yang masih berada kompleks RSUD AM Djoen Sintang.  
Usai berkeliling, Gubernur Kalbar menjelaskan akan membantu pengembangan rumah sakit sesuai kewenangan yang ada di Pemerintah Provinsi Kalimantan. “Bapak Presiden RI sudah menjelaskan bahwa titik utama pembangunan 2019 ini adalah pembangunan sumber daya manusia yang tentunya ada pada kesehatan dan pendidikan. Maka pengembangan rumah sakit ini bisa menjadi prioritas” terang H Sutarmidji.
“menurut saya pelayanan dan desain rumah sakit yang baru ini sudah bagus. Sama dengan rumah sakit milik Kota Pontianak” terang H. Sutarmidji. 
Sementara saat meninjau rumah susun yang ada dibelakang RSUD AM Djoen Sintang. Setelah keluar dari kendaraan dinasnya, Gubernur Kalbar langsung memberikan komentarnya. “warnanya ndak cocok ni. Kalau bisa kasi warna hijau. Kalau warna macam gini ni nyuruhg orang sakit lagi” ucap Gubernur Kalbar mengomentari warna rusun yang dominan warna coklat. 
Bupati Sintang dr Jarot Winarno saat mendampingi Gubernur Kalbar memberikan perintah agar pembangunan gedung baru untuk rawat inap segera dilelang. “kalau mau cepat pindah. Minggu depan harus sudah di lelang. Saya minta segera siapkan administrasi dan segera lelang. Jangan lama-lama” terang Bupati Sintang.
Direktur RSUD AM Djoen Sintang dr Rosa Trifina menjelaskan bahwa RSUD AM Djoen Sintang sudah berstatus sebagai Rumah Sakit Rujukan Regional sehingga pihaknya harus berupaya mengejar kenaikan kelas ke B. “dengan gedung lama di Pasar Inpres. RSUD AM Djoen mentoknya di rumah sakit kelas C saja. Tidak mungkin bisa naik kelas ke B. Untuk bisa naik kelas kita memang harus pindah ke gedung baru di Jalan YC Oevang Oray ini. Sementara gedung yang baru inipun harus melengkapi banyak hal untuk bisa naik kelas ke B. Begitu juga soal akreditasi, gedung lama kita hanya mendapatkan akreditasi Dasar, sementara kalau mau naik kelas kita harus mendapatkan Akreditasi Utama” terang dr Rosa Trifina.
“disini masih banyak yang kurang. Namun tahun 2019 ini kita akan segera bangun gedung untuk rawat inap kelas 1,2 dan 3. Sementara akan kita bangun untuk 95 tempat tidur dengan menggunakan dana DAK 44 milyar. Di gedung lama kita sudah memiliki 126 tempat tidur. Jadi masih terjadi kekurangan. Sebenarnya kita ajukan keperluan dana sekitar 60 milyar. Namun disetujui hanya 44 milyar. Sehingga kita putuskan bangun secara bertahap dulu. Kalau Pemerintah Provinsi Kalbar bisa bantu kekurangannya, tentu lebih bagus. Saat ini kamar operasi juga belum ada. Rencana kamar operasi dibangun pada 2020. Sehingga 2021 bisa pindah total ke gedung baru ini. Anggaran kami sekarang membengkak karena memiliki dua gedung. Dana pagu yang ada sangat kurang dan hanya cukup untuk operasional kami 10 bulan saja” terang dr Rosa Trifina.
Menyinggung soal gedung rumah sakit lama akan digunakan untuk apa setelah seluruh operasional rumah sakit pindah ke gedung baru, dr Rosa Trifina menyerahkan sepenuhnya kepada Bappeda Kabupaten Sintang. “kami serahkan ke Bappeda saja. Tetapi kami membayangkan kalau Provinsi Kapuas Raya terbentuk berarti harus ada juga rumah sakit tipe C di dalam kota untuk mendukung dan membantu rumah sakit rujukan ini. Tetapi kami mempersilakan Bappeda untuk membuat kajian gedung tersebut digunakan untuk apa” terang dr Rosa Trifina
“kemarin Sekjen Kemenkes juga datang membawa Kepala Biro Perencanaan Kemenkes sehingga mereka sudah mencatat kebutuhan pengembangan rumah sakit rujukan ini. Dan mudah-mudahan di anggaran 2020 nanti kita kembali mendapatkan alokasi anggaran” tambah dr Rosa Trifina. (red.hum)

Pada Hari Juang Kartika TNI AD Ke 73 Korem 121 Alambhana Wanawai Sintang Laksanakan Bhakti Sosial Operasi Katarak

By On Desember 14, 2018


S14N Sintang, Kegiatan Bhakti sosial Bekerjasama Korem 121 Alambhana Wanawai Sintang dengan Yayasan Budha Tzu Chi Indonesia perwakilan Sinarmas Group, Pemerintah Kabupaten Sintang, Kabupaten Kapuas Hulu, Kabupaten Melawi, dan Kabupaten Sekadau serta Dinas Kesehatan pelaksanaannya dipusatkan di Rumah Sakit Pratama Korem Sintang 15/12/18.
 Kolonel Inf Bambang Trisnohadi, Danrem 121/Alambhana Wanawai Sintang mengatakan bahwa Pihaknya menyambut baik kegiatan baksos pengobatan katarak bagi warga Sintang, Kegiatan baksos ini sebelumnya telah menerjunkan personil TNI untuk mencari pasien katarak yang akan dilakukan pengobatan dan membantu masyarakat selama kegiatan berlangsung, “Kegiatan baksos operasi katarak kali ini juga sekaligus bertepatan dengan peringatan Hari Juang Kartika Tentara Nasional Indonesia Angakatan Darat (TNI AD) yang diperingati setiap 15 Desember dan menjadi hari ulang tahun TNI AD, kata Danrem. 

   
   Kegiatan baksos ini  adalah hari yang spesial bagi Korem 121/Alambhana Wanawai Sintang memperingati Hari  Juang Kartika TNI AD yang ke-73. Kami melibatkan dokter dan perawat dari personil kami untuk membantu masyarakat selama baksos operasi katarak berlangsung,” Dari hasil screening terhadap 544 calon pasien, sebanyak 226 orang dinyatakan lolos tahap screening. Tercatat sebanyak 54 pasien pterygium dan 172 pasien katarak yang akan menjalani operasi pada 14 dan 15 Desember 2018. Besarnya jumlah peserta operasi katarak ini menunjukkan antusiasme warga yang tinggi untuk mendapatkan pelayanan operasi katarak, jelas Danrem. 

   Danrem menyampaikan terima kasih kepada Bupati Sintang, Bupati Kapuas Hulu, Bupati Melawi, dan Bupati Sekadau, serta seluruh jajaran muspika dan relawan Sinar Mas Agribusiness and Food serta Tzu Chi, dari dinas kesehatan, dan tim dokter yang berjumlah 8 orang (6 dokter dari Tzu Chi International Medical Association yang didatangkan dari Jakarta, 1 dokter dari wilayah Sintang, dan 1 dokter dari wilayah Melawi), sehingga kegiatan ini dapat berlangsung dengan baik. Kami berharap dengan adanya kegiatan baksos operasi katarak ini, para warga penderita katarak dapat sembuh sehingga hidup dengan lebih sehat dan produktif", ungkapnya. 

   Asisten Sekretariat Daerah Kabupaten Sintang Bidang Pemerintahan Umum, Abdul Supriyadi menyampaikan atas nama seluruh masyarakat Sintang saya ucapkan terima kasih kepada para pihak yang terlibat dalam acara Bhakti Sosial Operasi Katarak, "Kami yang berada di Ujung Negeri berharap Mendapatkan pemulihan kesehatan, kepada para penyelenggara kami harap juga pelaksanaan kegiatan bakti sosial seperti ini dapat sering dilaksanakan setiap tahunnya,” pungkasnya.
   Abdul mengingatkan kepada para peserta operasi katarak, Agar mengingat dan melaksanakan dengan baik, Sehingga proses penyembuhan dari pasca operasi dapat berjalan dengan baik dan lancar. “kepada tim dokter kami ucapak terima kasih, melalui pemulihan penglihatan kepada masyarakat kami ini, tentu akan mengembalikan produktivitas masyarakat,” ucap Abdul, 

 Susanto CEO Perkebunan Sinar Mas Agribusiness and Food wilayah Kalimantan Barat, mengatakan wilayah Sintang dipilih menjadi lokasi kegiatan Baksos operasi katarak karena sebelumnya telah banyak laporan pasien penderita katarak yang ditangani oleh para relawan Tzu Chi Sinar Mas di wilayah Semitau. Maka, untuk menangani jumlah pasien yang lebih besar, relawan menjaring dan memobilisasi masyarakat sekitar lainnya yang mengalami katarak untuk mengikuti kegiatan baksos ini. “Baksos ini merupakan wujud kongkrit kontribusi perusahaan terhadap warga masyarakat di bidang kesehatan, selain kontribusi perusahaan dalam hal penyerapan tenaga kerja dan mendorong pembangunan ekonomi daerah,” kata Susanto.(red)

Bupati Sintang : Ajak OPD Dan Komunitas Di Kabupaten Sintang Peduli Kasus HIV AIDS

By On Desember 01, 2018


S14N Sintang, Dalam rangka memperingati Hari HIV AIDS Se Dunia Tahun2018 di laksanakan di Taman Bungur Depan Rumah JabatanBupati Sintang pada Sabtu, 1 Desember 2018 dihadiri  Bupati Sintang dr Jarot Winarno, M.Med.PH, dan di dampingi oleh Kadis Kesehatan dr Harisinto Linoh, Sekretaris KomisiPenanggulangan AIDS Kabupaten Sintang, H.Murjono, MurjaniKadis Pekerjaan Umum dan dr Jani Tejo.
    dr Jarot Winarno, M.Med PH mengatakan " Kepada Kepala OPD saya harapkan lebih akrab dengan berbagai komunitas yang ada di kabupaten Sintang, banyak komunitas di Sintang yang aktif, Kabupaten Sintang besar karena masyarakatnya besar dan peduli, Jiwa saya juga milenial Sesuai dengan tema kita hari ini milenial peduli ODHA, Di Sintang ini sudah dilakukanpendataan sejak tahun 2000, Saat itu kasusnya mencapai 399kasus HIV AIDS seperti fenomena gunung es artinya tentumasih banyak orang yang tidak terdeteksi Banyak orang yangtidak mau tes HIV AIDS, padahal kalau mau dan ternyata positif,kita akan bantu mereka” terang  Jarot Winarno.
   "Dahulu kalau diperiksa positif HIV AIDS pasti diramal hidup tidak lama, Dengan teknologi kita bisa tambah usia penderita HIV AIDS, Yang parah sebenarnya adanya stigma negatif di masyarakat yang melihat penderita HIV AIDS sangat buruk, Padahal penyakit Hepatitis lebih parah mudah menular dibandingkan HIV AIDS, Saat ini ada sekitar 5 ribuan sampai 10 ribuan penderitaan HIV AIDS yang kita tidak tahu siapa dan dimana, Dari angka tersebut 35 persen penderita merupakan kaum milenial, Maka anak anak milenial penting untuk peduli dengan kasus HIV AIDS, Terima kasih kepada semua komunitas yang ada di Sintang yang sudah peduli pada kasus HIVAIDS, Kedepannya  komunitas bisa semakin aktif menggelaraksi, Saya bahagia bisa bertemu dengan kaum milenial yang peduli pada HIV AIDS, HIV juga masalah bagi milenial, Kaum milenial yang mengurus kaum milenial” terang Jarot Winarn. 
    Rido Ketua Panitia Hari HIV AIDS Sedunia 2018 menjelaskansudah melakukan kegiatan gathering banyak komunitas, “Kami membuka stand untuk cek HIV saat ini,  Kami dari Komunitas mengajak Mari Melihat hari ini melaksanakan kegiatan pada bidang kesehatan, Kami sudah melaksanakan kegiatan di MerahArai, Tujuan kami untuk merangkul teman teman untuk berbuat hal yang positif, Kami ingin mengajak kaum muda untuk aktif dengan berbagai kegiatan,  Harapan kita kegiatan positif ini terus berlangsung, Semoga bukan pertemuan pertama dan terakhir, Niat kita sama yakni peduli dan membangun Sintang yang lebih maju dengan Tema "mileniapeduliOdha” terang Rido.
   dr Jani Tejo salah satu dokter  menjelaskan bahwa tugas kitaadalah masih harus terus mencari dan menemukan  penderita lama HIV AIDS yang sudah tertular tetapi belum diperiksa dan mencegah HIV yang baru, Petrus Munung Lupang Duta HIV/AIDS Kabupaten Sintang mengajak  kita semua memahamidulu tentang HIV AIDS karena virus HIV tidak menular dengan mudah.// Mora 

TENAGA MEDIS MAGANG RSUD M DJOEN SINTANG TUNTUT PIHAK MANAGEMENT TRANSPARAN DALAM REKRUT TENAGA HONORER

By On November 14, 2018


S14N Sintang,  Tenaga Medis yang bersatus Magang di Rumah Sakit Rujukan RSUD M DJoen Sintang kembali melakukan aksi menuntut Keadilan dengan mengadakan tanya jawab Kepala RSUD M Djoen yang fasilitasi oleh Wakil Bupati Sintang Askiman Di Balai Pegodai 14/11/18   .

 Yang menjadi Tuntutan Para tenaga Medis Magang adalah berawal adanya pengangkatan beberapa orang tenaga Magang menjadi Tenaga Honorer yang Menurut Tenaga Medis Magang ada kejanggalan dan tidak transparan  Salah Seorang Karyawan magang yang tidak mau disebut Namanya Mengatakan "Diantara Magang ini ada yang telah bekerja lebih dari empat tahun sebagai tenaga Perawat, dan bahkan ada yang sudah sepuluh tahun, belum diangkat jadi pegawai honorer ataupun pegawai tetap,  Kami berharap managemen RSUD Membuka Sintang lebih bersikap transparan agar persoalan pegawai magang di RSUD Ade M Djoen dapat terselesaikan dengan baik,"

“Kami mendapat informasi dari pihak managemen rumah sakit ini, kalau kami karyawan magang yang sudah lama mengabdi akan di seleksi untuk diangkat menjadi pegawai tetap, Apa kami kurang teruji lagi, atau kami selama ini belum mampu menjalankan tugas” tegasnya. 


 Wakil Bupati Sintang Askiman menyampaikan saat ini Kabupaten Sintang sedang Mengalami kekurangan tenaga medis " Soal Mogok kerja saya harap kalian ingat dengan sumpah janji profesi yang tidak boleh meninggalkan Pasien, dengan Mogok kerja tidak akan membantu menyelesaikan masalah, Saya telah berdiskusi dengan pihak Management RSUD dan ada masukan dari DPRD Sintang, bahwa kita membuka honorer untuk orang luar magang di RSUD Sintang, jika belum ada tenaga Tukang Cuci,  kasir, perundangan,memang harus diambil dari luar, Kami telah memikirkan untuk mengurangi tenaga magang dengan mengangkat mereka menjadi Honorer", terang Askiman

 Tuntutan diangkat menjadi tenaga kontrak saat ini belum bisa kami jawab, kami, hal ini harus dengan tim anggaran namun proses penyusunan anggaran telah selesai dan sudah tidak mungkin diganggu lagi karena sistem penyusunan anggaran sudah secara elektronik dengan pengajuan anggaran menggunakan sistem aplikasi SIMRAL dan saya akan awasi RSUD M DJ agar jangan sampai ada Nepotisme dalam pengangkatan honorer, saya meminta pihak Management RSUD M DjSintang  tunduk pada pimpinan agar pelayanan di RSUD M Dj Sintang cepat dan tepat ", pesan Askiman.

 Kepala RSUD M Djoen Sintang dr. Rosa Trifina, MPH mengatakan  bahwa pengangkatan pegawai yang jumlahnya lima orang tersebut, hanya kesalah pahaman  para  Magang" tidak mungkin kami mengangkat pegawai yang bukan bidangnya seperti petugas parkir, petugas laundry, petugas tehnik elektro, petugas logistik air minum (galon) dan Front office, Dan sedangkan yang magang adalah tenaga medis,  harus sesuai dengan Tupoksi “Apakah mereka Perawat mau alih profesi menjadi  Jaga Parkir jelasnya.

 Rosa menjelaskan Jumlah yang magang   di RSUD M Djoen Sintang  sebanyak 131 orang, dan dari awal mereka masuk Magang telah mendapat penjelasan bahwa tidak ada gaji, tapi kami hanya beri jasa pelayanan sesuai dengan tugas mereka, dan masanya juga kami tetapkan satu tahun sekali, tapi jika masih ingin melanjutkan, maka kami beri kesempatan lagi setahun, dan  apa yang menjadi Tuntutan Para Magang akan akan usulkan mulai hari ini dan akan dibahas pada tahun 2019 mendatang kemudian ditetapkan pengangkatannya pada tahun 2020 mendatang,  ini merupakan kesepakatan bersama Wakil Bupati Sintang Askiman, jelas Rosa.


 saya berharap karyawan magang memahami peraturan yang ada, tetapi Saya juga tetap akan berusaha membantu, dan jika ada permasalahan, tolong sampaikan, karena segala  informasi terbuka  memberikan solusi yang terbaik, harap Rosa.// Mora 

Bupati Sintang Inginkan Rumah Sakit Pratama Serawai

By On November 13, 2018



S14N Sintang, Fasilitas kesehatan yang hadir di tengah-tengah masyarakat, dari Pemerintah untuk masyarakat yaitu adanya Rumah Sakit Pratama Serawai, merupakan salah satu Rumah Sakit yang representatif, dengan membuktikan bahwa Negara hadir ditengah-tengah masyarakat, yang tercantum didalam nawacita Presiden Republik Indonesia tentang membangun Indonesia dari pinggiran, hal tersebut diungkapkan oleh Bupati Sintang, dr. Jarot Winarno saat dalam sambutan acara soft Opening Rumah Sakit Pratama Serawai yang terletak di Desa Mekar Sari, Kecamatan Serawai, Kabupaten Sintang, Senin (12/11/2018). 
Soft Opening Rumah Sakit Pratama Serawai tersebut ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Bupati Sintang, serta pengguntingan pita oleh Anggota DPR-RI H.Sukiman, setelah melakukan penandatanganan prasasti, Bupati Sintang bersama jajaran Forkopimda, dan jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah Pemerintah Kabupaten Sintang meninjau langsung kedalam gedung Rumah Sakit Pratama Serawai. 
    Bupati Sintang, Jarot Winarno mengatakan bahwa soft opening Rumah Sakit Pratama di Kecamatan Serawai ini bertepatan dengan peringatan hari Kesehatan Nasional, “Tepat 54 tahun yang lalu 12 November 1964 silam merupakan hari Kesehatan Nasional yang dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia yaitu Soekarno, dimana pada 1959 Indonesia maraknya kasus malaria, dengan demikian Pemerintah gencar untuk memberantasnya, sehingga pada tahun 1964 pada tanggal 12 November dicanangkan hari Kesehatan Nasional”, kata Jarot. 
Menurut Jarot, sambungnya soft opening dengan hari Kesehatan Nasional dipilih karena mengingat pembangunan kesehatan tidaklah mudah, “jadi saya pilih karena yang namanya membangun kesehatan itu tidaklah mudah, sekitar 2 tahun yang lalu, Rumah Sakit Pratama Serawai ini kita rancang, kita usulkan ke Pemerintah Pusat, dan akhirnya Pemerintah Pusat pun menyetujui untuk pembangunan RS.Pratama Serawai ini, dan hari ini kita lakukan soft opening-nya, tentu ini menjadi hal yang bersejarah bagi kita semua”, kata Jarot dalam sambutannya. 
Bupati Sintang berharap agar Rumah Sakit Pratama Serawai kedepannya  menjadi Rumah Sakit Serawai dengan Tipe D dengan memperhatikan syarat dan ketentuannya, “saya harap satu tahun kedepan paling tidak Rumah Sakit Pratama Serawai ini menjadi Rumah Sakit Tipe D Serawai, akan tetapi syarat untuk menjadi Rumah Sakit Tipe D haruslah memiliki minimal 4 Dokter Spesialis, seperti Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Dokter Spesialis Kebidanan, Dokter Spesialis Bedah, dan Dokter Spesialis Anak”, harapnya
Jarot menambahkan bahwa dengan adanya pembangunan Rumah Sakit Pratama di Serawai ini merupakan simbol pemerataan pembangunan, “ini merupakan salah satu simbol kita dalam membangun wilayah dari pinggiran, kita tidak membangun dari kota, kita ingin pemerataan pembangunan itu sama, seperti salah satunya adalah pembangunan kesehatan, makanya kita letakkan Rumah Sakit Pratama ini di Serawai, karena mengingat Kecamatan Serawai ini merupakan kecamatan yang terisolir, dalam artian akses menuju dan dari Kecamatannya masih sulit dijangkau, makanya kita bangun disini”, tambahnya. 
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang sekaligus Ketua Pembangunan Rumah Sakit Pratama Serawai, dr. Harysinto Linoh menjelaskan progres selama pekerjaan pembangunan Rumah Sakit Pratama Serawai ini, “jadi RS.Pratama Serawai ini dibangun tahap pertama pada tahun 2017 dengan menggunakan Dana Alokasi Khusus dengan anggaran pembangunan gedung 21 Milyar, kemudian dapat lagi pengadaan sarana dan prasarana alat kesehatan tahun anggaran 2017 sebesar 10 Milyar, dan ditahun 2018 ini kita mendapatkan dana untuk melanjutkan pembangunan gedung lainnya”, kata dr. Sinto. 
Selain itu juga, sambung dr. Sinto dalam sambutannya bahwa di Rumah Sakit Pratama Serawai ini memiliki 30 orang tenaga kesehatan dengan 64 tempat tidur, “jadi di RS. Pratama ini ada sekitar 30an orang tenaga kesehatan, dari 30 tersebut hanya ada 5 orang yang merupakan Pegawai Negeri Sipil, sisanya tenaga honorer dan honorer magang, yang dimana RS.Pratama ini juga dilengkapi dengan tempat tidur sebanyak 64 buah”, sanbungnya. 
Kemudian, Tokoh Masyarakat Kecamatan Serawai, H. Jamlan merasa bahagia karena hadir ditengah masyarakat salah satu fasilitas kesehatan untuk di Kecamatan Serawai, “saya mewakili masyarakat banyak tentunya menyambut baik dan berbahagia dengan adanya RS. Pratama Serawai ini, karena dengan adanya RS. Pratama di Serawai ini memudahkan kami untuk berkonsultasi masalah kesehatan, dan tidak perlu lagi jauh-jauh ke ibukota Kabupaten Sintang”, kata H. Jamlan.// Mora,hum